Polda Bengkulu Buru Pelaku Teror Video Call Asusila

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno SSos MH
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno SSos MH

BENGKULU, BE – Penyidik Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, masih melakukan penyelidikan kasus teror video call asusila yang dilaporkan seorang perempuan berinisial Ej, warga Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (25/8).

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno SSos MH mengatakan, tim cyber Ditreskrimsus Polda Bengkulu, membutuhkan waktu untuk mengungkap kasus tersebut. Peneror video call tersebut cukup jeli menggunakan nomor handphone berbeda-beda. Kesulitan semakin bertambah, karena kasus tersebut baru dilaporkan korban, sementara kejadiannya sejak 2 April 2019.

“Apapun kendala dalam mengungkap suatu kasus akan ditindaklanjuti secara profesional. Untuk kasus teror video call asusila itu masih dalam penyelidikan karena terduga pelaku menggunakan nomor handphone yang berbeda-beda,” jelas Kombes Pol Sudarno.

Polda Bengkulu,berusaha semaksimal mungkin mengungkap kasus tersebut. Karena, ditakutkan jika dibiarkan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan.

Didalam laporannya, Ej mengaku jika dirinya ditelepon melalui video call WhatsApp oleh terduga pelaku. Terduga pelaku menggunakan nomor baru sehingga Ej tidak tahu siapa yang meneleponnya. Saat diangkat terduga pelaku melalui video call langsung menunjukkan kemaluannya. Mendapati hal terebut Ej langsung terkejut dan mematikan sambungan telephon video call. Pelaku video call asusila tidak hanya sekali menghubungi Ej, tetapi sudah berkali-kali menggunakan nomor berbeda. Karena tidak nyaman dengan kejadian tersebut, Ej akhirnya melaporkannya ke Polda Bengkulu.  (167)