Polda Bengkulu Bangun Gedung Shelter Tsunami

Budhi/Bengkulu Ekspress Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Budi Widjanarko bersama Karo Sarpras, Kombes Pol Supardi meninjau lahan pembangunan Mapolda Bengkulu yang juga berfungsi sebagai shelter tsunami, kemarin (4/1).
Budhi/Bengkulu Ekspress Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Budi Widjanarko bersama Karo Sarpras, Kombes Pol Supardi meninjau lahan pembangunan Mapolda Bengkulu yang juga berfungsi sebagai shelter tsunami, kemarin (4/1).

BENGKULU, BengkuluE kspressĀ  – Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum terus melakukan beberapa pembenahan dan pembangunan di Mapolda Bengkulu. Setelah menggagas pemasangan kamera CCTV, kali ini Kapolda kembali membuat gebrakan baru yakni membangun gedung baru yang berfungsi atau digunakan sebagai shelter tsunami.

“Kondisi Mapolda Bengkulu yang begitu sempit membuat Kapolda membangun gedung baru. Berkat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu, akhirnya lahan seluas 1,8 hektare ini bisa digunakan untuk membangun gedung baru yang juga bisa digunakan sebagai shelter tsunami,” kata Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Budi Widjanarko melalui Karo Sarpras, Kombes Pol Supardi, kemarin (4/1).

Ia menjelaskan, gedung Mapolda Bengkulu yang baru ini nanti akan dibangun dengan kokoh agar jika sesuatu hari nanti ada bencana alam seperti tsunami, warga Bengkulu bisa mengungsi atau menjadikan gedung ini sebagai tempat berlindung.

“Jelas akan dibangun beberpa tingkat dan kekuatan bangunan tersebut yang paling diutamakan pastinya,” jelas Supardi.

Selain itu, dengan adanya bangunan gedung baru di atas lahan seluas 1,8 hektare ini juga akan membuat Polda Bengkulu sejajar dengan Polda lainnya yang ada di Indonesia baik mengenai pelayanan, keamanan dan luas gedung.

“Ini bisa menjadi satu langkah kita agar Polda Bengkulu bisa segara naik dari tipe B menjadi tipe A dan semoga ini bisa segera terwujud karena Polda yang kita miliki sekarang ini juga sangat sempit dan tidak luas halamannya,” bebernya.

Menurutnya, untuk pembangunan memang belum tahu kapan pastinya, yang jelas untuk sekarang ini pemerataan dan penimbunan lahan dengan menggunakan batu koral sudah dilakukan.

“Peletakan batu pertama belum tahu kapan, kemungkinan menunggu Kapolri Jendral Tito Karnavian ke Bengkulu. Yang jelas sekarang ini tahap demi tahap pembangunan baik penimbunan dan pemerataan masih terus dilakukan,” tutupnya. (529)