Pohon Tumbang, Dua Meninggal

Dua Lainnya Luka-luka

CURUP, Bengkulu Ekspress – Angin kencang yang melanda Kota Curup membuat pohon jenis dadap yang ada jalan Sukowati Curup Tumbang. Nahasnya pohon yang tumbang sekitar pukul 12.30 WIB tersebut menimpa empat orang warga.

Dari empat orang yang tertimpa pohon tersebut dua diantaranya meninggal dunia dan dua lainnya mengalami sejumlah luka-luka. Pasca kejadian keempat korban langsung dibawa ke RSUD Curup untuk mendapat penanganan tim medis.

Keempat warga yang menjadi korban pohon tumbang tersebut adalah Erna (47) warga Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan, Erna diduga meninggal dunia karena mengalami sejumlah luka di kepala dan bagian dadanya. Kemudian korban meninggal dunia kedua adalah Rosita (38) warga Desa Tasikmalaya Kecamatan Curup Utara yang mengalami luka di bagian kepala. Rosita yang sempat mendapat perawatan di ICU RSUD Curup akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 15.15 WIB kemarin.

Sedangkan dua orang yang mengalami luka-luka adalah Salfa Salsabila (10) yang merupakan anak dari Rosita, dalam kejadian tersebut, Salfa mengalami luka dibagian kaki kanannya. Kemudian satu lagi korbannya dalah Safitri (35) warga Asrama Brimob Curup mengalami luka dibagian kepala belakang.

Keempat korban yang meninggal dunia diketahui saat kejadian tengah menunggu anak mereka pulang sekolah dari SMPN 2 Rejang Lebong, karena memang dibagian belakang lokasi pohon tumbang adalah SMPN 2 Rejang Lebong.
Wati (35) warga BTN Air Bang, Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah yang selamat dalam insiden tersebut menceritakan, kejadian tumbangnya pohon yang diduga karena sudah keropos di bagian bawahnya begitu cepat. Memang menurutnya saat itu angin tengah bertiup kencang.

“Tadi tidak ada tanda-tada apa-apa cuman ada suara krek sepeti pohon patah saya lihat pohonya mulai roboh, saya langsung berlari,” aku Wati yang mengaku saat kejadian tengah duduk persis dibawah pohon yang berdiameter lebih dari 1 meter tersebut.

Menurut Wati, saat kejadian memang dilokasi robohnya pohon tumbang memang banyak warga khususnya ibu-ibu yang tengah menunggu anak mereka pulang dari SMPN 2 Rejang Lebong. Pada saat kejadian memang cuaca Kota Curup tengah panas sehingga ia dan sejumlah ibu-ibu lainnya termasuk keempat korban sengaja menunggu dibawah pohon karena rindang.”Sebelum kejadian ada yang duduk di trotoar, ada yang duduk di motor salah satunya ibu Safitri yang menjadi korban, saat itu ia tengah duduk diatas motor,” terang Wati.

Menurut Wati, luka yang dialami Safitri sebenarnya bukan karena tertimba pohon melainkan ia terjatuh saat berusaha menyematkan diri, sehingga menurutnya luka dibagian kepalanya diduga karena benturan dengan aspal. Namun menurut Wati motor Jenis Yamah Mio J dengan nomor polisi BD 1505 DC miliknya tidak selamat dan tertimpa bagian batang pohon.

“Itu motor yang tertimpa adalah motor ibu Safitri, ia tidak tertimpa karena saat mengetahui pohon roboh ia langsung lari, kemudian mungkin karena shock ia terjatuh sehingga terluka,” paparnya.

Robohnya pohon tersebut tentunya menjadi perhatian warga Kota Curup, bahkan robohnya pohon tersebut sempat membuat Jalan Sukowati ditutup, kemudian petugas dari berbagai dinas intansi terkait langsung membersihkan pohon sehingga akses jalan kembali dibuka.

Sementara itu, Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari SPd MM yang mengetahui kejadian tersebut langsung menjenguk para korban di RSUD Curup bersama istrinya. Kedatangan orang nomor dua di Rejang Lebong tersebut selain untuk memastikan para korban mendapat pelayanan yang maksimal juga untuk memberikan dukungan kepada korban dan keluarga korban yang meninggal dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan belangsungkawanya atas nama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan pribadi. Wabup berjanji Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan menanggung biaya pendidikan anak para korban yang meninggal dunia.

“Untuk anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia, kita upayakan sekolahnya sampai selesai,” sampai Wabup. Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menyalahkan siapa-siapa dalam insiden tersebut, karena menurut Wabup itu adalah musibah. Namun menurut Wabup untuk memastikan tidak ada lagi korban akibat pohon tumbang di Kabupaten Rejang Lebong, ia akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan pengecekan seluruh pohon khususnya pohon pelindung yang ada di Kota Curup. Bila memang nanti ada pohon yang sudah tidak layak lagi maka ia meminta DLH untuk segera menebang.

“Selain menebang pohon yang sudah tidak layak lagi saya juga meminta DLH untuk untuk melakukan peremajaan pohon-pohon yaitu dengan memangkas ranting yang sudah mati,” pesan Wabup.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, setelah mendapat penanganan dari tim medis RSUD Curup korban jiwa dalam insiden tersebut langsung dibawa pulang kerumah duka, sedangkan untuk korban yang luka-luka masih menjalani perawatan medis di RSUD Curup. (251)