PNS Sering Bolos Potong Tunjangan

BENGKULU, BE –  Pemerintah Provinsi Bengkulu  akan memotong dana insentif Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang sering  membolos kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan disiplin PNS.   “Saya perintahkan Pak Sekda, Bappeda, BLD dan Inspektorat untuk mengkaji aturannya,  PNS bolos dipotong tunjangannya,” kata Gubernur H Junaidi Hamsyah.
Gubernur sepertinya ingin meniru gaya kepemimpinan Jokowi. Pasca libur cuti bersama tahun baru kemarin, jumlah PNS yang bolos sebanyak nol persen.  Hal tersebut membuat Junaidi keheranan. Sehingga, perlu mencontoh gaya kepemimpinan Jokowi. “Jadi, kalau PNS bolos, sebaiknya dipotong tunjangannya,” katanya.
Sebab, hal tersebut telah diatur dalam Permendagri Nomor 13/2006 yang diganti dengan Permendagri Nomor 59/2007. Dengan peraturan tersebut,  dimana isinya meliputi empat jenis kriteria diantaranya tambahan penghasilan dan bukan tunjangan daerah. “Tambahan penghasilan itu seperti beban kerja, prestasi, tempat dan risiko,“ ujarnya.
Langkah, gubernur mendapat dukungan dari berbagai pihak. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Inzani Muhammad, PNS yang bolos harus diberi sanksi hingga pemotongan tunjangan.  Sepeerti yang diterapkan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) salah satu kriterianya melalui absen.  “Misalnya, per orang mendapatkan 200 ribu rupiah. Nah, kalau tidak hadir sehari itu dipotong. Demikian absen yang dilakukan provinsi,“ ujar Inzani. Adapun prestasi kerja, salah satunya adalah kehadiran. “Bagaimana mau berprestasi kalau tidak hadir,“ tutur politisi PAN itu.  (100)