PNS Keluhkan Seragam Dinas

BENGKULU, BE – Penerapan disiplin atribut yang dilakukan Pemerintah Kota terhadap seluruh PNS berbuah keluhan. Sejumlah PNS mengeluhkan pakaian seragam mereka yang telah kusam dan robek.  Mereka mengaku heran karena Pemerintah Kota lebih memprioitas pengadaan bus eksekutive baru yang nominalnya mencapai Rp 500 juta. Padahal, hampir tiga tahun mereka mengaku tak pernah diberikan jatah pakaian dinas.
“Kami bukan tidak mau menggunakan seragam lengkap dengan atribut. Memang yang dibelikan untuk kami ini sudah lama, jadi banyak yang kusam dan robek. Selama ini kan sudah tidak pernah lagi ada anggaran untuk pengadaan pakaian dinas. Yang lengkap dan baru itu beli sendiri karena mereka banyak dapat tunjangan, bukan dari pemerintah,” kata salahsatu PNS di Sekretarian Pemerintah Kota yang mewanti-wanti agar namanya tak ditulis, kemarin.
Menurutnya, pengadaan pakaian dinas baru di lingkungan Pemerintah Kota sudah pernah diwacanakan dan hampir dianggarkan tahun lalu.  Hanya saja, pakaian tersebut adalah pakaian adat melayu yang dipakai khusus pada hari Jum’at. Namun hingga saat ini wacana tersebut tak kunjung direalisasikan.
Terakhir, para PNS di lingkungan Pemerintah Kota mendapatkan pakaian dinas pada tahun 2012. Pakaian dinas tersebut diduga syarat akan masalah karena dikerjakan bukan oleh penjahit dari Kota Bengkulu. Hingga saat itu, para PNS tidak pernah lagi mendapatkan jatah pakaian dinas tersebut.
Pelaksanatugas (Plt) Sekretaris Kota (Sekkot) Bengkulu, Drs H Fachruddin Siregar MM, mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terhadap kemampuan anggaran terlebih dahulu. Ia menjelaskan, pengadaan pakaian dinas memiliki aturan yang terperinci.
“Kalau memang anggaran kita mampu bisa saja nanti kita akomodir. Tapi sekarang kan sudah banyak yang bisa beli sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penegakkan disiplin PNS melalui kewajiban menggunakan seragam dinas lengkap dengan atributnya merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota terhadap pegawainya.
“Penggunaan seragam lengkap dengan atribut ini kita tekankan agar para PNS ini tidak pergi ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Biar jelas juga PNS kita ini pegawai siapa. Kita tegakkan aturan supaya tertib. Kita harus ikuti aturan yang ada. Pembinaan ini salahsatu program kita yang harus dijalankan,” demikian Facruddin. (009)