PLTU Bengkulu Dongkrak Ekonomi Daerah

Istimewa/BE
KOKOH: PLTU Bengkulu berkapasitas 2 x 100 megawatt

Memberi Jaminan Pertumbuhan Industri

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu berkapasitas 2×100 mega watt di Kelurahaan Teluk Sepang Kota Bengkulu akan mendongkrak pertumbuhaan industri di Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, mengatakan hadirnya PLTU Bengkulu memberikan jaminan kebutuhan listrik, bagi investor untuk berinvestasi di Provinsi Bengkulu. “Tentu PLTU ini akan mampu mendukung pertumbuhan industri di Bengkulu,” terang Rohidin kepada BE beberapa waktu lalu.

Selama ini, salah satu faktor minimnya investasi tumbuh di Bengkulu, lantaran kurangan pasokan listrik. Hingga pada akhirnya mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat itu, menarik investor PLTU untuk dibangun di Provinsi Bengkulu. Bahkan saat ini, PLTU yang berada di lahan PT Pelindo II. “Pastikan operasinya tidak memberikan dampak apapun atas lingkungan,” paparnya.

Lanjut Rohidin, disamping hasil listrik dari PLTU itu memberikan jaminan untuk investor di Bengkulu, PLTU itu juga akan memberikan dampak untuk Pulau Sumatera. Sebab, pasokan listrik dari PLTU itu akan disuplai keseluruh penjuru Pulau Sumatera. “Kalau PLTU itu beroparasi, maka akan mensuplai kebutuh listrik di wilayah Sumatera,” paparnya.

Listrik dari PLTU yang dihasilkan atas pembakaran batu bara itu, dalam pembangunannya harus tetap mengedepankan lingkungan. Jangan sampai, ketika nantinya beroperasi, maka berdampak buruk pada lingkungan. Untuk itu, amdal yang sudah dibuat, harus tetap menjadi acuan. Pemerintah lanjut Rohidin, akan tetap mengawasi secara ketat, agar pembangunan PLTU sesuai dengan harapan. “Selain memberikan manfaat untuk Bengkulu, tentu aturan harus tetap dijalankan,” tutup Rohidin.

Hal yang sama diungkapkan Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Kamaludin MM mengatakan, dibangunnya PLTU Bengkulu berkapasitas 2 x 100 megawatt menjadi tonggak baru bagi perekonomian daerah. Tidak saja terbukanya peluang tenaga kerja, keberadaan PLTU itu juga akan berdampak besar yakni salah satunya tumbuh kembangnya industri di daerah ini setelah kedaulatan bidang energi terpenuhi. “Dengan nanti beroperasinya PLTU Bengkulu maka akan membawa perubahan besar tumbuhnya industri di daerah ini,” kata Kamaludin, kemarin (7/11).

Tumbuhnya industri tersebut diharapkan dapat menjadi peluang kerja yang lebih banyak untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu. Sehingga angka pengangguran di daerah diperkirakan akan semakin menurun.

“Pembangunan PLTU ini juga melibatkan warga lokal, tidak hanya itu setelah industri berdiri, jelas akan lebih banyak tenaga lokal terserap,” tuturnya.

Ia memperkirakan ketika PLTU Bengkulu beroperasi akan ada ratusan perusahaan industri yang berdiri di Bengkulu. Hal ini mengingat pasokan listrik di daerah yang tersedia dan memadai, sehingga membuat investor berbondong-bondong ke Bengkulu. “Kalau ada ratusan perusahaan maka nanti minimal 1 perusahaan bisa menyerap sekitar 10 ribu pekerja, kalau ratusan perusahaan maka kalikan sendiri, berapa angka pengangguran di Bengkulu yang akan berkurang,” tambahnya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah pengangguran di Bengkulu hingga Agustus 2019 mencapai 34.439 orang. Dimana sebanyak 6,22 persen masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sementara sisanya sebanyak 5,04 persen lulusan SMA, 3,14 persen lulusan SMP, dan 1,75 persen lulusan SD. “Kalau PLTU beroperasi dan banyak investor mendirikan perusahaan industri di daerah maka pengangguran di Bengkulu akan semakin terserap,” tutupnya.(999/151)