PLTU Bengkulu 2 x100 MW Unit 1 Sukses Sinkronisasi

SUKSES: Chairman Power China Resources Limited, Mr Sheng Yuming, President Director PT Intraco Penta, Tbk, Mr Petrus Halim, First Secretary, Embassy Of The People’s Republic of China In The Republic Indonesia, Mr Li Hanqing, Direktur Wilayah I BKPM, Agus Joko Saptono, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Ir. H. Ahyan Endu, meresmikan sinkronisasi PLTU Bengkulu 2×100 MW Unit 1, Jum’at (15/11).

Jamin Ketersediaan Pasokan Listrik dan Ramah Lingkungan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Unit Pertama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu berkapasitas 2×100 megawatt (MW) secara resmi sukses sinkronisasi dan terhubung dengan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 31 Oktober 2019 Pukul 01:53 WIB. Beroperasinya unit pertama tersebut, diharapkan dapat memenuhi pasokan listrik di Provinsi Bengkulu dan Sumatera. Chairman Power China Resources Limited, Sheng Yuming mengaku, PLTU Bengkulu merupakan perusahaan yang dikelola dan dioperasikan oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB), sebuah perusahaan patungan yang didirikan oleh Intraco Penta dan Power China Resources Limited. Dimana nilai investasi pendiriannya mencapai US$ 360 juta.

“Kami membangun PLTU di Bengkulu karena dukungan dari Pemerintah Indonesia dan Provinsi Bengkulu, mengingat daerah ini masih kekurangan pasokan energi listrik. Kami berharap dengan telah sinkronisasi unit pertama ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Bengkulu dan masyarakat sekitar,” kata Sheng Yuming.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap unit kedua PLTU Bengkulu juga akan segera beroperasi pada Februari 2020 mendatang. Sehingga perusahaan bisa memulai COD (operasi komersial) sesuai jadwal pada tanggal 25 Februari 2020 dan akan beroperasi selama 25 tahun baru kemudian akan diserahkan kepada PLN melalui saluran transmisi 150 kV. “Kita tidak main-main dengan proyek ini dan mematuhi PPA (Perjanjian Jual Beli Listrik), dalam waktu dekat unit kedua juga akan segera beroperasi dan memenuhi pasokan listrik di Bengkulu,” tutur Sheng Yuming.

Dengan beroperasinya PLTU Bengkulu ini, memberikan dampak positif bagi daerah. Salah satunya mampu menyerap produksi batu bara di Bengkulu. Bahkan per tahun, pembangkit listrik ini membutuhkan 900.000 ton-1 juta ton batubara dengan nilai kalori 4.300-4.800 gross as received (GAR). Tidak hanya itu, proyek ini juga dibangun dengan teknologi canggih dan modern, sehingga pemanfaatan batu bara yang dioperasi oleh PLTU tidak memberikan dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. “Pembangkit listrik yang kami dirikan ini mengubah batu bara yang menyebabkan polusi menjadi energi listrik, ” tutupnya.

Sementara itu, President Director PT Intraco Penta Tbk, Petrus Halim mengatakan, proyek pembangunan PLTU Bengkulu ini memakan waktu selama 7 tahun sejak tender pertama dengan PLN di 2012. Ini merupakan PLTU kedua yang dibangun oleh Intraco Penta. Dimana sebelumnya, perusahaan sudah melenggang di sektor pembangkit listrik swasta alias independent power producer (IPP) lewat PLTU di Batam. Perusahaan menggarap pembangkit listrik 2×65 MW melalui anak usahanya PT TJK Power pada tahun 2012. “Namun PLTU Bengkulu berbeda, karena satu-satunya bagian dari mega proyek 35.000 MW pemerintah, yang diikuti Intraco Penta,” kata Petrus Halim.

Sementara itu, Direktur Wilayah I Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Agus Joko Saptono mengatakan, sudah 5 tahun mengawal proyek pembangunan PLTU Batu Bara di Bengkulu. Ia berharap PLTU Bengkulu ini dapat memenuhi ketersediaan listrik di Bengkulu dan Sumatera. Sehingga mampu mengundang banyak investor untuk berinvestasi ke daerah. “Karena tersedia listrik yang mencukupi maka dapat membangun dan menarik investor masuk ke Bengkulu,” ujar Agus Joko Saptono.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA melalui Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Ir Ahyan Endu berharap, PLTU Bengkulu bisa turut menopang kecukupan listrik di Bengkulu. Beban puncak listrik Bengkulu saat ini 175 MW dari total kapasitas daya terpasang sekitar 264 MW. “Semoga dengan penyelesaian unit 1 ini bisa dilanjutkan ke unit 2. Dengan begitu akan bermanfaat bagi Bengkulu dan Sumatera. Serta bermanfaat bagi perekonomian masyarakat serta menyerap banyak tenaga kerja lokal,” tutupnya.

Disisi lain, First Secretary Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, Li Hanqing mengucapkan, selamat kepada TLB atas sinkornisasi dan terhubungnya jaringan unit pertama PLTU Bengkulu. Apalagi Pemerintah Tiongkok juga memberikan perhatian serius terhadap proyek ini, karena Indonesia bagi Pemerintah Tiongkok merupakan negara penting untuk bekerjasama dan sudah menjalin kerjasama sejak lama. “Saya percaya dengan Berdirinya PLTU Bengkulu ini akan memperkuat hubungan antara Pemerintah Tiongkok dan Indonesia serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara,” tutupnya.(999)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*