Plt Gub Mau Pakai Seragam Bekas

BENGKULU,BE – Dikritik boros, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah mengaku siap kenakan baju batam atau baju bekas yang sering dijual di Batam. “Yang tidak terlalu fantastis, tidak terlalu menguras anggaran. Kalau saya bisa benahi, akan kita benahi,” katanya. “Mungkin, kalau ada pakaian dinas yang Batam, kita beli yang Batam,” ujarnya usia menerima bantuan hibah bersyarat dari PT Askes di RSUD M Yunus, kemarin (14/6). Ia mengatakan, pihaknya sedang mencoba melakukan efisiensi.Hal tersebut akan dimulai pada APBD-P 2012 hingga seterusnya. Terutama anggaran perjalanan dinas, dan honor kegiatan akan diefisiensikan. “Kita sangat setuju dengan efisiensi, nanti kita rasionalisasikan anggaran untuk program pembangunan yang menyentuh rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Fraksi PKS DPRD Provinsi mengkritik tidak efisensinya penggunaan anggaran. Seperti pengadaan pakaian dinas untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah dianggarkan Rp660 juta. Pada angkhir anggaran hanya bersisa Rp900 ribu. Kepala daerah atau wakil kepala daerah menggunakan anggaran masing-masing lebih dari Rp27 juta setiap bulannya. “Ini hanya untuk membeli baju dinas. Kita bisa menilai dengan mudah apakah ini pemborosan atau tidak,” anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Diana Komena SH, MH.
Selain masalah pakaian, PKS membeberkan penggunaan anggaran pada sekretariat daerah dalam APBD 2011 telah terdapat anggaran pengadaan alat tulis kantor pada nomor rekening 1.20.1.20.03/0110 sebebsar Rp150 juta rupiah. “Akan tetapi setiap kegiatan yang berada dilingkungan ini (Pemda) masih dianggarkan belanja alat tulis kantor, dengan anggaran bervariasi dari jutaan hingga puluhan juta, sedangkan kegiatan mencapai 150 kegiatan,” ujarnya.

Menurutnya, pengadaan alat tulis kantor tersebut diluar biaya pengadaan atau percetakan, “jadi benar-benar pengadaan alat tulis kantor. Lebih rincinya bisa dilihat pada penjabaran pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2012,” katanya. Ia mengatakan Pemda sangat boros dalam penggunaan anggaran. “Bila kita cermati angka-angka realistis belanja alat tulis kantor pada tiap kegiatan tersebut maka jelas tergambar, alangkah boronya pembelanjaan untuk alat tulis kantor,” ujarnya.(100)