Plt Gub: Bayak Tawakal dan Ikhlas

Plt Gub
Eko/Bengkulu Ekspress
IBADAH: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA menyerahkan sapi kurban kepada pengurus masjid Jamik Kota Bengkulu, usai menggelar salat Id di Masjid Jamik Kota Bengkulu, kemarin (22/8).

13.200 Hewan Kurban Dipotong

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA menggelar salat Id pada hari raya Idul Adha di Masjid Jamik Kota Bengkulu.

Hari raya Idul Adha menjadi moment penting untuk melakukan perbaikan diri. Karena makna ibadah haji tidak lain untuk menata diri agar bisa lebih baik. Tentunya dengan cara bertawakal dan menanamkan keikhlasan dalam diri. “Nilai ini harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, usai menggelar salat Id di Masjid Jamik Kota Bengkulu, kemarin (22/8).



Dijelaskannya, dalam hari raya kurban ini maka banyak hal penting yang bisa diambil ajaran yang diberikan oleh keluarga besar Nabi Ibraham. Karena Nabi Ibrahaam banyak mengajarkan tentang kerja keras, mengedepankan keilmuaan, keyakinan dan kemampuan dalam menghadapi masalah. “Ketika makna ini bisa kita jalankan, maka kemudahaan dalam kehidupan akan kita rasakan,” tambahnya.

Tidak hanya salat Id, Plt Gubernur Bengkulu juga ikut berkurban dengan 1 ekor sapi di Masjid Jamik. Begitupun sapi kurban Presiden juga disebelih di Masjid Raya Baitul Izza Kota Bengkulu. Harapannya, hewan kurban yang diberikan itu, bisa bermanfaatkan bagi orang-orang yang berhak menerima. “Semoga ini bisa bermanfaat untuk sesama,” tutur Rohidin,

Sementara itu, dalam salat Id itu, H Sahrul Azwar LC yang bertindak sebagai Khatib menyampaikan, hari Raya Idul Adha ini menjadi bulan yang spesial untuk berkurban. Karena pengorbanan yang diberikan itu menjadi pengorbanan yang sangat luar biasa. Hal ini seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahami ketika mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anak kesayangannya Nabi Ismail. Namun Allah berkhendal lain mengganti pengorbanan Nabi Ibrahim dengan domba-domba untuk disembelih.

“Atas taatnya itu, Allah sangat menyayangi Nabi Ibrahmi dan mendapatkan julukan kekasih Allah,” tutur Khatib.

Begitupun dengan sifat anaknya Nabi Ismail dapat dipetik hikmah yang luar biasa. Sebab, Nabi Ismal mengajarkan bertapa sayangnya dengan orang tuanya dengan cara menuruti peritah orang tuannya. Begitupun dengan sifat sabarnya juga patut untuk diambil hikmanya. “Ketika kita bersabar saat menghadapi masalah, maka Allah akan menolang semuanya,” tambahnya.

Menurutnya, sosok Nabi Ismail sangat dibutuhkan untuk memperbaiki bangsa ini. Ditengah saat ini banyak perbedaan pendangan yang membuat kegaduhaan ditengah masyarakat. Begitupun kondisi ekonomi yang terus tak menentu arahnya. “Semoga di hari raya kurban ini menjadi pelajaran penting untuk merubah itu semua,” pungkas Sahrul.

Setelah selesai salat Id, Plt Gubernur bersama keluarga menggelar halalbihalal di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu. Terlihat beberapa kepala dinas hadir dalam halal bihalal itu. Termasuk Caretaker Walikota Bengkulu dan Danlanan Bengkulu tampak hadir dalam acara tersebut.

Permintaan hewan kurban untuk Bengkulu sangat tinggi. Buktinya, pada hari raya Idul Adha tahun ini saja, sebanyak 13.200 hewan kurban disebelih. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, Majestika mengatakan, hewan kurban yang disembelih itu seperti sapi, kambing, kerbau dan domba. “Ini tersebar diseluruh kabupaten/kota di Bengkulu. Jadi memang cukup banyak orang yang berkurban,” terang Majestika kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (22/8).

Dijelaskannya, untuk hewan kurban sapi saja sudah ada sekitar 6 ribu ekor dipotong. Lalu kambing ada sekitar 6 ribu ekor juga, termasuk kerbau ada sekitar 1.000 ekor dan domba ada 2 ekor dikurbankan. Rata-rata hewan kurban ini banyak berasal dari lokal Bengkulu. “Rata-rata hewan kurbanya dari lokal Bengkulu,” terangnya.

Namun demikian, Majestika tak menepis, bahwa masih ada sebagian hewan kurban itu berasal dari luar Provinsi Bengkulu. Pembeliaan hewan kurban dari luar itu, lantaran ada selisih harga per ekornya. Bisa saja, seperti sapi kurang dari Rp 10 juta perekornya. Namun demikian, harga itu masih tetap disesuaikan dengan berat badan dan berat bersih daging hewan kurban.  “Kalau beli diluar Bengkulu, karena harganya relatif lebih murah,” tambah Majestika.

Untuk stok hewan kurban di Bengkulu, Majestika memastikan stok atau kebutuhaan hewan kurban di Bengkulu masih aman. Ketika pembeliaan hewan kurban dari luar itu, memang dari kehendak masyatakat itu sendiri. Bukan karena kekurangan stok hewan kurban untuk Bengkulu. “Kalau stok hewan kurban kita masih aman dan tidak kurang,” tuturnya.

Dengan banyaknya masyarakat berkuban, tentu menjadi dampak positif untuk Bengkulu. Disamping masyarakat menerima manfaat daging kurban, peningkatan ekonomi di Bengkulu juga cukup tinggi. Hal ini efek dari banyaknya pembeliaan hewan kurban. “Jadi memang positif sekali. Ekonomi jadi berputar karena ada orang berkurban. Mudah-mudahan tahun depan, terus meningkat permintaanya,” pungkas Majestika. (151)