PKS Kecewa Sikap Bundra

 
DSC_0212TAIS, BE – Sekalipun sempat mengaku legowo, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin mengilangkan rasa penasaran atas penolakan 3 nama kandidat Wabup yang diajukannya. Kemarin (1/5), Ketua DPD PKS Seluma Rudi Rusdianto bersama anggota DPRD Seluma asal PKS, Martoni mendatangi Bupati Seluma Bundra Jaya. Keduanya mempertanyakan alasan bupati tak memasukan salah satu nama yang diajukan PKS.
“Kedatangan kita hanya meminta alasan apa bupati tidak memilih salah satu kader PKS. Padahal nama-namanya telah jauh hari kita serahkan,” terang  Rudi Rusdianto
Kedatangan keduanya diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Itu pun keduanya tidak lantas langsung diterima bupati, melainkan harus menunggu di ruang tunggu. Sayangnya, saat diperkenankan masuk bupati tidak menerangkan alasan jelas terkait sikapnya yang merekomendasikan 2 nama kandidat Wabup dari PKPI. Pertemuan berlangsung sangat singkat. Terkesan bupati enggan berkomentar dan berupaya menutup diri dari PKS.
“PKS juga partai pengusung bupati dan kenapa kita diabaikan saja. Kader yang kami ajukan juga sarat dengan pengalaman dan bersih serta mempunyai kemampuan untuk bekerja. Seperi mantan Wabup BU Salamun Haris yang sampai akhir masa jabatannya dikenal bersih dan tidak ada permasalahan yang membuat citranya hancur,” tambah Rudi lagi.
Mendapati pengalaman pahit, ke depan PKS akan lebih selektif mengusung kandidat di Pilkada. Terang Rudi, partainya tidak mau lagi menjadi pelengkap semata. “Kami menghargai keputusan bupati. Tapi paling tidak beri kami alasan yang jelas atas penolakan terhadap kader kami ini,”sesalnya.
Sementara itu, Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH mengatakan kalau keputusan dirinya untuk memilih Mufran Imron dan Sudirman Saleh sudah final. Kedua nama yang diajukan ke DPRD Seluma, menurutnya bisa bekerja dengan baik dan mendukung programn pembangunan Kabupaten Seluma.
“Dua nama sudah diserahkan. Sekarang tinggal lagi DPRD yang menentukan melalui pemilihan paripurna yang digelar Jumat ini,” tegas Bupati Seluma.

Lapor Pemprov
DPRD Kabupaten Seluma melaporkan jadwal pelaksanaan pemilihan wakil  bupati (Pilwagub) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Panitia Pemilihan Wabup Jonaidi SP mengatakan, pihaknya bersama sebelas anggota DPRD Seluma melapor  Pemprov agar mengkaji dasar hukum Pilwabup, sehingga tidak ada yang menyalahi aturan. “Kami hanya ketemu pihak pemprov, melaporkan rencana pelaksanaan Pilwabup pada 3 Mei nanti,” ujar Jonaidi.
Dia mengatakan berdasarkan usulkan Bupati Seluma Bundra Jaya, dua nama yang diusulkan antara lain Mufron Imron dan Sudirman Saleh. DPRD Seluma akan melakukan pemilihan pada 3 Mei nanti, saat ini masih tahap pemeriksaan syarat dan kelengkapan administrai calon. “Kita terus koordinasi dengan Pemerintah Provinsi,” katanya.
Disisi lain, kursi wakil gubernur (wagub) yang sudah lebih dulu kosong tidak jelas kapan akan diisi. Meski Gubernur H Junaidi Hamsyah, sudah mengatakan minggu ini menyerahkan dua cawagub, hingga kemarin belum ada tanda-tanda penyerahan dua nama cawagub ke DPRD Provinsi. Gubernur seharusnya memberikan tauladan kepada pemerintah Kabupaten dan Kota agar segera melaksanaan perintah Undang-undang.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Inzani Muhammad mengatakan agar gubernur segera menyerahkan nama cawagub agar segera diproses oleh DPRD Provinsi. Dia mengatakan, jika gubernur terus menunda, menyebabkan pemerintahan tidak berwibawa karena telah mengabaikan Undang-Undang. “Seperti Seluma saja cepat proses. Kenapa wagub justru berlarut-larut, ini akan menjadi contoh buruk bagi kabupaten dan kota,” ujarnya.(100/333)