PKL Kembali Ditertibkan

BENGKULU, BE – Setelah terhenti beberapa hari, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama kembali ditertibkan oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan menggandeng anggota Pol PP, TNI dan kepolisian. Penertiban tersebut akan dilakukan Senin pagi ini (2/4) dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan cara memindahkan pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Kedondong ke dalam lokasi pasar yang telah disediakan pengelola pasar. “Ya penertiban akan dilakukan besok pagi,” kata Kadis Perindag, H Shafwan Ibrahim SH saat dihubungi, kemarin. Penertiban ini sebelumnya sedikit terkendala karena Kabid Pasar Dra Suzanna Erdawati sedang sakit, namun kali ini penertiban tetap dilakukan meskipun tanpa dihadiri oleh Kabid Pasar. “Walaupun ibu Suzanna tidak ikut karena masih sakit, penertiban tetap kami lanjutnya,” ujarnya. Shafwan mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan penertiban jika masih ada pedagang yang berjualan di ruas Jalan Kedondong. Karena pedagang yang sudah menempati tempat atau lapak di dalam pasar mengancam akan ikut berjualan di luar jika pedagang yang berjualan di pinggir jalan tersbut tidak segera dipindahkan ke dalam. “Pedagang di dalam akan keluar, jika pedagang diluar tidak dipindahkan ke dalam,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, pemindahan PKL tersebut masuk ke dalam pasar agar ruas Jalan Kedondong tersebut tidak lagi dipadati oleh para pedagang, sehingga pasar terlihat rapi dan tertata dengan baik, kemudian pembangunan tahap kedua bisa dilanjutkan. “Setelah semua pedagang masuk kedalam pasar, maka langkah selanjutnya ialah melakukan pembangunan tahap II,” ungkapnya. Namun jika pedagang terus menolak untuk pindah, maka proses pembangunan PPN tersebut tahap II akan terganggu. Penertiban kali ini, petugas akan tegas menindak pedagang yang membandel, seperti akan mengangkut semua barang dagangannya jika tidak mengubris imbauan petugas untuk pindah ke dalam pasar.

Sepi Pembeli
Sementara itu, beberapa pedagang yang ditemui BE mengungkapkan alasan mereka enggan pindah ke dalam pasar karena sepi pembeli. Nasution (45), salah seorang pedagang ikan mengatakan ia mengalami penurunan pendapatan jika berjualan didalam pasar. “Biasanya kalau berjualan di pinggir jalan ini kami bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 80 ribu/perhari, tapi kalau berjualan di dalam pasar Rp 30 ribu/hari saja sudah sulit,” akunya. Ia mengatakan kebanyakan pembeli enggan masuk kedalam pasar, dan lebih memilih berbelanja di pinggir jalan sambil menggunakan kendaraanya. Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Butet (50). Ia mengatakan selama ini ia telah memiliki pelanggan tetap, namun jika pindah otomatis pelanggannya akan hilang dan pendapatan pun akan berkurang sedangkan kebutuhan saat ini terus melonjak naik. “Perbedaannya sangat terasa sekali anatar berjualan di dalam dan berjualan di pinggir jalan ini,” bebernya.

Pasar Minggu Juga Ditertibkan
Selain menertibkan PKL yang ada di Jalan Kedondong Panorama, Disperindag juga akan melakukan penertiban PKL di Pasar Minggu. Kadis Perindag, Drs H Shafwan Ibrahim mengungkapkan bahwa seluruh pedagang Pasar Minggu akan ditertibkan, tidak terkecuali di depan Mega Mall, yang dinilai merusak tatanan Pasar Subuh, maupun Pasar Minggu.“Kita berikan batasan hingga akhir April mendatang, agar para pedagang tidak lagi berjualan di lokasi tersebut. Jika batas waktu yang telah kami tentukan tidak juga diindahkan, maka akan kami eksekusi,” tegasnya. (400/160)