PKL Jalan Kedondong Ditertibkan

Para pedagang yang berjualan di badan Jalan Kedondong ditertibkan oleh anggota Satpol PP Kota Bengkulu, Kamis (8/3).
Para pedagang yang berjualan di badan Jalan Kedondong ditertibkan oleh anggota Satpol PP Kota Bengkulu, Kamis (8/3).

Pemkot Dinilai Kurang Tegas

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Kamis (8/3) menertibkan para pdedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kedondong Pasar Panorama.

Dalam penertiban itu, beberapa PKL yang berada di badan Jalan Kedondong diminta untuk pindah dan sebagian pedagang diminta untuk mundur agar tidak memakan badan jalan sehingga sering menyebabkan kemacetan lalulintas setiap harinya. Selain itu, penertiban ini dilakukan karena keberadaan PKL membuat pasar tradisional percontohan di Kota Bengkulu ini menjadi semrawut dan kumuh.

Kabid Tratimbun Satpol PP Kota Bengkulu, Martina mengatakan, penertiban ini dilakukan karena para pedagang dalam berjualan sudah memasuki badan jalan, bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban bagi pedagang yang masih tetap nekat berjualan di badan jalan.

Beberapa pedagang diberikan surat peringatan dan perjanjian agar tidak berjualan di badan jalan dan bersedia ditertibkan jika melanggar perjanjian tersebut.

“Kita lihat sendiri, lalu lintas di Jalan Kedondong ini sering macet. Makanya kita lakukan penertiban, tadi sudah kita berikan surat perjanjian kepada PKL untuk tidak berjualan di badan jalan. Kalau masih menggelar barang dagangannya, maka kita akan melakukan penertiban dan menyita barang dagangannya,” tegas Martina.

Dijelaskannya, dampak lainnya dari PKL yang berjualan di badan jalan dan trotoar tersebut menyebabkan ratusan los dan kios yang ada di dalam Pasar Panorama kosong melompong. Hal ini sangat dikeluhkan pedagang yang memiliki kios dan los di dalam pasar, karena sepi pembeli. Sebab, pembeli lebih suka berbelanja dengan PKL yang ada di jalan di sekitar pasar tersebut. Akibatnya, pedagang yang ada di dalam pasar omzetnya terus menurun setiap bulannya. Padahal, mereka menyewa kios dan los cukup mahal mencapai jutaan rupiah per tahun.

“Tidak hanya pedagang di jalan kedondong yang kita tertibkan, tetapi para pedagang di Jalan Manggis juga akan dilakukan penertiban. Ini akan kita pantau setiap hari. Kita imbau agar PKL ini mau masuk ke dalam, sehingga tidak ada lagi kios dan los yang kosong, seperti yang terjadi sekarang. Semua PKL kita wajibkan berjualan di dalam pasar agar Pasar Panorama ini tidak terlihat semerawut,” ujarnya.

Sementara itu, Lena (37), salah seorang pedagang Pasar Panorama mengatakan, dirinya menyambut baik langkah Satpol PP yang menertibkan para PKL yang berjualan di sekitar pasar tersebut.

Namun demikian, dirinya menilai Pemerintah Kota Bengkulu kurang tegas terhadap PKL yang masih berjualan di badan jalan hingga membuat kemacetan lalu lintas.

Apalagi, kehadiran PKL di sekitar pasar tersebut, membuat omzet mereka turun, karena pembeli tidak masuk ke dalam pasar. “Sudah sering dilakukan penertiban seperti ini, tetapi ya seperti itulah, Pemkot kurang tegas. Paling nanti balik semerawut lagi,” keluhnya.

Sementara itu, salah satu pedagang sayur dan ikan sempat tampak memarahi petugas Satpol PP yang meminta agar dagangannya dipindah ke dalam. Bahkan dirinya juga sempat menantang petugas untuk menertibkan para pedagang yang berada di Jalan Belimbing.

“Cubo kalau berani kamu tu tertibkan jugo pedagang di Jalan Belimbing. Jangan cuma kami yang ditertibkan. Kami siap pindah ke dalam, tapi jangan ado lagi yang jualan di pinggir jalan, mako rami orang belanjo di dalam,” teriak salah satu pedagang sambil menunjuk ke petugas Satpol PP.(777)