Pisang Bisa Atasi Inflasi

2. cinderamata

ARGA MAKMUR, BE –¬†Buah Pisang merupakan salah satu buah yang sangat banyak produksinya di Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Bahkan salah satu kecamatan di BU merupakan penghasil Pisang yang paling banyak, yakni Kecamatan Enggano. Ternyata Buah Pisang yang selama ini tidak termasuk makanan pokok bagi warga BU bisa menjadi salah satu icon untuk pengendalian angka inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara tajam.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Bambang Himawan, kemarin (23/02) di Balai daerah saat melakukan kunjungan kerjanya ke Bengkulu Utara.

“Pisang di Bengkulu Utara ini tumpah ruah, sementara Pisang salah satu dari 6 jenis buah yang disampaikan Allah dalam Alqur’an,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan demikian, itu artinya Pisang memiliki kandungan gizi, kalori yang bagus. Namun yang paling penting bagaimana buah pisang tersebut bisa dijadikan makanan, sebab pisang tersebut buah yang tidak perlu lagi diolah. Sebab buah ini bisa langsung dimakan, sama halnya dengan Kurma di Arab yang merupakan makanan pokok bangsa Arab.

“Sebetulnya, kalau kita mampu mengubah pola makan kita, maka kita bisa menjawab 2 hal yakni masalah ketahanan pangan dan pengendalian inflasi,”imbuhnya.

Karena itulah dalam kunjungannya ke BU ini, Bambang ingin membagikan seluk beluk tentang Pisang. Tujuannya agar masyarakat BU bisa mengkonsumsi Pisang. Dengan begitu dalam batas-batas tertentu, khususnya ketahanan pangannya dan pengendalian inflasi bisa terkendali.

“Kalau dengan Pisang kita telah bisa memenuhi kebutuhan pangan kita, itu artinya kita sudah setengahnya melangkah dan setengahnya lagi bisa untuk berfikir yang lain, seperti pembangunan jembatan, jalan dan lainnya,” jelasnya.

Bupati Bengkulu Utara Dr Ir H M Imron Rosyadi MM MSi mengatakan, untuk menangani masalah inflasi yang ada di daerah ini ada beberapa hal yang dilakukan, yakni dengan menahan diri, nafsu dan jangan serakah.

“Implementasinya lainnya, selama ini kan yang namanya swasembada pangan, hanya bicara soal beras. Sebenarnya tidak selalu itu, kalau kita mengerti,” ujar Bupati.

Untuk itu masyarakat saat ini untuk bisa mengkombinasikan antara nasi dengan makanan lainnya, seperti pisang. Untuk pagi hari, mungkin masyarakat bisa makan dengan menu Pisang, Ubi dan sebagainya. Hanya saja kendalanya saat ini, masyarakat belum bisa memodifikasi makanan selain beras tersebut.

“Kalau semua penduduk kita ini dipagi hari tidak sarapan nasi lagi, itu sudah bisa menjadi pengendali inflasi,” tutup bupati. (927)