PIP Baru Terealisasi 53,45%

CURUP, Bengkulu Ekspress – Meskipun saat ini sudah memasuki tahun 2018, namun realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) tingkat SD di Rejang Lebong tahun 2017 belum mencapai 100 persen. Dimana hingga pertengahan Januari kemarin, realisasi PIP SD di Rejang Lebong baru terealisasi sebesar Rp 53,45 persen.

“Berdasarkan data terakhir kita untuk PIP tingkat SD di Rejang Lebong ini baru terealisasi sebesar 53,45 persen,” terang Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Deri Effendi SPd.

Dijelaskan Deri, dengan baru terealisasi sebesar 53,45 persen maka jumlah siswa yang telah mencairkan program PIP ini sebanyak 5.895 siswa dari total 11.517 siswa SD yang masuk program PIP tahun 2017. Sementara itu untuk jumlah anggaran yang telah dicairkan sebesar Rp 2,462 miliar.

Kemudian menurut Deri, ada sebanyak 5.132 siswa dengan jumlah uang Rp 1,977 miliar yang telah membuat rekening untuk pencairan PIP namun belum melakukan pencairan. Sedangkan siswanya sebanyak 490 siswa belum membuka rekening untuk pencairan PIP dengan jumlah dananya sebesar Rp 189 juta.

“Jumlah keseluruhan penerima PIP di Rejang Lebong sebanyak 11.517 siswa dengan jumlah uangnya sebesar Rp 4,628 miliar,” tambah Deri.

Terkait dengan masih rendahnya realisasi PIP di Rejang Lebong sendiri, menurut Deri hal tersebut dikarenakan beberapa faktor diantaranya data penerima KIP sendiri sudah tidak ada di sekolah tempatnya terdata baik karena sudah tamat, tidak ada lagi siswanya tanpa kejelasan hingga drop out. Namun menurut Deri, pihaknya akan konsisten mencari siswa yang mendapat PIP itu sendiri.

“Kita akan berkomitmen tetap mencari siswa yang tidak jelas keberadaannya dan pihak sekolah siap memfasilitasi,” terang Deri.

Kemudian masalah lainnya adalah masalah administrasi yang terbilang ribet dan tidak bisa diwakilkan melainkan harus siswa dan orang tuanya langsung mengurus ke bank yang ditunjuk. Berbeda dengan bantuan-bantuan sebelumnya yabg bisa dilakukan secara kolektif oleh pihak sekolah.

“Masalah administrasi ini paling banyak menjadi kendala khususnya mereka yabg tinggal di talang-talang atau pinggiran,” jelas Deri.

Atas masalah tersebut, Deri mengaku sudah menyampaikan langsung kepada pihak kementerian saat mengikuti Rakor di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia berharap ada kebijakan dari Pemerintah Pusat mengingat masalah ini bukan hanya di Rejang Lebong saja melainkan juga nasional.

Sementara itu, untuk besaran program PIP sendiri, menurut Deri untuk pelajar kelas I hingga kelas V SD bantuan yang diberikan sebesar Rp 450 ribu dalam satu tahun sedangkan untuk pelajar kelas VI SD sebesar Rp 225 ribu.(251)