Pintu Air Ditutup, Sawah Kekeringan

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Akibat pengaturan dan pemanfaatan pintu air mengalami masalah, berdampak padi yang baru ditanam di area persawahan masyarakat kawasan Desa Sungai Grong dan Tunggang mengalami kekeringan. Bahkan semua bibit padi hampir mati kekeringan.
Data terhimpun, pintu air yang berada di BK 3 di daerah Ujung Tanjung dan BK 9 di kawasan Lebong Sakti, ditutup untuk kepentingan masyarakat setempat untuk dimanfaatkan tempat pemandian.

Padahal air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sudah masuk ke perumahan masyarakat setempat. Akibat pentutupan air tidak mengaliri persawahan di kawasan BK 16 (Desa Sungai Grong) dan BK 20 Desa Tunggang). Apalagi saat ini, debit air sedang mengalami penurunan, sehingga jika tidak dibuka maka air tidak bisa masuk ke area persawahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong, Emi Wati SE MAk melalui Kasi Lahan dan Irigasi, Afri Hardiansyah ST membenarkan adanya masalah penutupan pintu air, sehingga membuat sebagian kawasan pertanian masyarakat mengalami kekeringan.

“Mengetahui hal tersebut kita (Disperkan) bersama instansi terkait, Bhabinkantipmas, Bhabinsa, Camat dan Kades setempat langsung ke lapangan untuk mengecek,” jelasnya, kemarin (5/2).
Setelah dilakukan pengecekan dan diketahui memang adanya penutupan, akhirnya BK 3 dan BK 9 yang
sebelumnya ditutup saat ini sudah kembali dibuka. Sehingga bisa kembali mengaliri sawah para petani yang
sebelumnya mengalami kekeringan.

“Saat ini air sudah kembali mengalir, tetapi akan terus kita cek dikhawatirkan pintu air kembali ditutup masyarakat,” sampainya.
Dengan adanya kejadian ini, Afri menyayangkan, masyarakat atau perangkat desa tidak cepat-cepat melaporkan masalah aliran air ke pihaknya. Karena jika cepat dilaporkan, pihaknya bisa langsung cepat turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Kita meminta jika kembali terjadi, pengeringan air agar bisa cepat dilaporkan,” pintanya.
Seorang petani, Sudono mengatakan, bahwa mengeringnya air sawah di persawahan miliknya sudah terjadi sejak 1 minggu terakhir. Hal ini disebabkan air dari sungai irigasi Ketahun yang sudah menyusut dari sebelumnya.

“Akibatnya tanah banyak yang retak, sehingga tidak bisa dilakukan penanaman kalau dipaksakan tanamannya tidak bisa tumbuh,” ucapnya.
Seharusnya, setelah 3 hari penanaman seharusnya persawahan digenangi air untuk mempercepat pertumbuhan akar padi sehingga bisa tumbuh dengan baik. Selain itu dapat menghindari berkembang biaknya orong-orong yang dapat merusak bibit padi.

“Itu sangat kita takutkan jika, orong-orang berkembang biak rusak semua akar padi,” sampainya.(614)