Pimpinan Dewan Gerah Soal Lelang Mobnas

KEPAHIANG, BE –Tak kunjung dilakukan lelang mobil jabatan jenis Nissan Terano yang dipergunakan pimpinan DPRD Kepahiang. Membuat sebanyak dua anggota dewan yakni H Zainal SSos dan Zurdinata SIp menjadi gerah. Pasalnya¬† hampir selama delapan tahun mobil dinas jabatan dua pimpinan dewan periode tahun 2004 2009 tersebut dibiarkan dengan status yang tidak jelas siapa kepemilikannya.

“Aturanya sesuai dengan Perda No 19 tahun 2010¬† tentang perubahan kesatu atas Perda No 06 tahun 2008 tentang pengelelolaan barang milik daerah Kabupaten Kepahiang pasal 47 ayat 1 menyebutkan kendaraan perorgan yang digunakan oleh pejabat yang berumur 5 (lima ) tahun dapat dijual/dihapus/dilelang kepada pejabat yang bersangkutan setelah masa jabatannya berakhir per satu masa jabatan atau priode. Berdasarkan perda tersebut aturanya mobil tersebut sudah dilelang, tapi kenapa sampai saat ini belum juga dilakukan. Padahal saat ini sudah delapan tahun lamanya,” kesal Zurdinata yang saat ini menjabat wakil ketua I DPRD Kepahiang.

Dikatakannya, kondisi ini menjadi pertanyaan pihaknya mengenai status kepemilikan kendaraan tersebut. Selaku pengguna mobil itu, dua anggota dewan itu selama ini tidak mendapatkan pasokan biaya pemeliharaan kendaraan itu. “Saat ini kita bertanya apakah kendaraan tersebut statusnya masih kendaraan dinas atau pribadi. Karena saat ini kepengurusan kendaraan tersebut mulai dari pemeliharaan dan perawatan sudah menggunakan dana pribadi, karena bagian umum tidak lagi mengganggarkannya,” jelas Nata.

Hal senada juga disampaikan oleh Zainal SSos, politisi PKB ini merasa gerah dengan tidak kunjung dilakukan pelelangan atas kendaraan tersebut. Menurutnya saat berakhir masa jabatanya sebagai ketua DPRD dahulu pernah ada wancana untuk dilakukan pelelangan, namun sampai dengan saat ini buktinya tak kunjung juga dilakukan lelang.”Dahulu sempat ada wancana lelang, namun sampai dengan saat ini tidak ada realisasinya. Bahkan saat ini kami sepenuhnya yang melakukan perawatan untuk kendaraan tersebut,” katanya.

Menurutnya, mengenai permasalahan ini pihaknya meminta agar ada kejelasan dari pihak Pemkab kepahiang dalam hal ini bagian umum.”Harapan kita mengenai status kendaraan ini harus segera ditegaskan, apakah memang dilelang atau tidak,” tandasnya.(505)