Pilrek Unihaz Diulang Lagi

BENGKULU, BE – Hingga kemarin (20/1), belum ada titik terang penyelesaian kisruh pemilihan rektor (Pilrek) di Universitas Prof Dr Hazairin SH Bengkulu. Sedangkan masa bakti rektor Unihaz, Pakri Fahmi SE MSi, akan berakhir besok (22/4). Oleh sebab itu, rektor Unihaz akan di-pelaksana-tugas (Plt)-kan hingga terpilih rektor definitif. “Karena rektor definitif belum terpilih, maka secara otomatis yayasan akan menunjukkan Plt untuk mengisi kekosongan jabatan sebagai rektor tersebut,” kata orang kepercayaan Yayasan Semarak Bengkulu yang menaungi Unihaz, M Faizal Latif, SH MHum.

Ia mengatakan Plt rektor tersebut bertugas untuk menyelesaikan masalah Pilrek hingga tuntas. Untuk itu, orang yang bakal ditunjuk oleh Yayasan adalah orang yang memiliki pengetahuan luas, bijaksana, mengerti hukum dan profesional. “Plt ini diperkirakan bertugas hanya 1 -1,5 bulan saja,” ujarnya. Setelah rektor di Plt-kan, lanjutnya, maka semua tahapan Pilrek akan mulai dari awal lagi, dan panitia Pilrek juga bakal dibentuk ulang. Karena panitia yang bertugas saat ini merupakan bentukan rektor Pakri Fahmi, setelah masa jabatannya habis, maka panitia yang dibentuknya juga akan berakhir. “Ya, itu semuanya nanti akan dibentuk ulang oleh Plt rektor,” bebernya. Dengan demikian, maka proses atau tahapan pilrek juga akan dimulai dari awal. Namun tidak lagi membuka pendaftaran baru, melainkan mengikut-sertakan 9 balon yang telah mendaftark diri sebelumnya. “Semua balon yang telah mendaftar akan diberi kesempatan lagi, termasuk Dr Elektison Somi dan Dr Henny Apriyanti yang telah dicoret panitia yang lama,” ungkapnya. Dilanjutkannya, ke-9 balon tersebut akan diseleksi kembali secara administratif, jika menurut panitia lulus, maka semua balon akan mengikuti tahapan berikutnya. “Tidak ada alasan bagi senat tidak mau mengikuti keputusan Yayasan, karena yayasan mengikuti prosedur yang berlaku dan sesuai dengan statuta Unihaz,” ucapnya.

Jika terjadi gejolak yang dilakukan mahasiswa dan karyawan Unihaz terkait kebijakan yayasan tersebut, Faizal mengatakan pihak Yayasan tidak gentar. Karena tujuan yayasan adalah baik, yakni untuk menyelamatkan Unihaz dari kehancuran. Ia menjelaskan beberapa alasan Yayasan tidak mau menerima proses Pilrek yang saat ini telah berjalan, yakni proses pencoretan 2 Balon (Dr Elektison dan Dr Henny) tidak sesuai prosedur, tidak menanggapi surat perintah penundaan dari yayasan, senat telah mengabaikan tuntutan dari 4 calon lainnya, dan penyampaian visi dan misi dilakukan secara tertutup oleh senat padahal dalam aturan dijelaskan bahwa penyampaian visi dan misi harus terbuka untuk siapa pun. “Yayasan telah mengetahui bahwa Pilrek yang berjalan saat ini tidak prosedural, jika diterima, maka yayasan akan dituntut oleh Dikti,” terangnya. Ia juga mengungkapkan, bahwa mahasiswa tidak perlu mencampuri urusan Pilrek tersebut terlalu jauh. Karena yayasan tidak bermaksud menghambat proses akademik Unihaz. “Saya pastikan mahasiswa tidak dijadikan korban, dan pelaksanaan wisuda juga tidak akan diitunda,” ucapnya mantap. (400)