Pilkada Picu Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

Calon walikota dan wakil walikota Bengkulu, saat mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, pada Kamis (11/1/18)
Calon walikota dan wakil walikota Bengkulu, saat mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, pada Kamis (11/1/18)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini, diprediksi memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia dan dapat menjadi daya tarik bagi investasi, termasuk untuk Bengkulu. Pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa meningkat hingga 5,3 persen.

Pengamat Ekonomi Bengkulu Dr Kamaludin mengaku tak khawatir pilkada yang dilakukan serentak pada 2018 berdampak negatif terhadap perekonomian daerah. Pilkada serentak tahun ini malah dinilai akan menjadi berkah secara ekonomi.

“Setiap kali pemilu, selalu ada hal positif terhadap ekonomi,” ujar Kamaludin kemarin (11/1).

Pelaksanaan pilkada serentak tahun ini juga diprediksi akan berjalan dengan lancar dan kondusif, yang justru akan memberikan efek positif terhadap ekonomi Bengkulu dan dapat menjadi daya tarik bagi investasi.

“Pilkada serentak ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Bengkulu untuk menarik minat investasi investor,” lanjut Kamaludin.

Tak hanya itu, pada tahun ini untuk pertama kalinya sektor investasi tumbuh 7 persen dari biasanya yang hanya tumbuh pada kisaran 5 persen.

Selain itu, kinerja ekspor juga positif dan diyakini akan tetap membaik pada 2018 kendati tidak setinggi angka tersebut.

“Investasi kita sudah tumbuh cukup tinggi dari biasanya ditambah trend ekspor yang terus membaik,” lanjut Kamaludin.

Terkait sektor konsumsi, diakui Kamaludin memang tidak akan pernah berubah cepat, namun ditutupi dengan investasi yang berubahnya cukup cepat dan ekspor juga cukup baik. Hanya menyisakan satu sektor lainnya yaitu pengeluaran pemerintah.

“Kita hanya tinggal emmperhatikan sektor pengeluaran pemerintah yang tergantung pajak. Mudah-mudahan kita bisa lebih baik,” tutur Kamaludin.

Belanja pemerintah, memang diakui belum optimal pada tahun 2017 lalu, Oleh karena itu, ia berharap pada 2018 pemerintah dapat memperbaiki kinerja belanja pemerintah agar lebih baik sehingga mampu memberikan kontribusi untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi lagi.

“Penerimaan daerah harus lebih baik. Investasi, ekspor, government expenditure menjadi pilar pertumbuhan dan katakanlah konsumsi rumah tangga tidak berubah banyak, maka kita pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan membaik,” jelas Kamaludin.

Terakhir ditambahkan Kamaludin, adanya pilkada dan diprediksi akan memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2-0,3 persen dimana pada dasarnya pertumbuhan ekonomi Bengkulu sekitar 5,1 bisa meningkat mejadi 5,2 bahkan 5,3 persen.

“Pertumbuhan kita di 2018 ini akan bergerak sampai 5,3 persen dan kita tentu harus optimis, moment pilkada ini bisa menumbuhkan perekonomian Bengkulu lebih tinggi,” tutup Kamaludin. (999)