Pihak Kampus Unib Bentuk Tim Pencari Fakta Viralnya Kasus Perpeloncoaan Daring

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Pihak Universitas Bengkulu akan membentuk tim pencari fakta atas kejadian viralnya kasus perpeloncoan atau perundungan yang menimpa salah satu yang diduga mahasiswanya.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Ridwan Nurazi saat dikonfirmasi Bengkuluekspress.com Rabu malam (16/9).

“Akan segera dibuat tim pencari fakta, yang bersalah nantinya akan kita beri sanksi sesuai aturan,” singkat Ridwan.

Viralnya kasus perpeloncoaan secara
online/daring saat ospek pengenalan kehidupan kampus secara virtual yang diduga dialami salah satu mahasiswi fakultas teknik Universitas Bengkulu itu, bermula dari postingan video dari sebuah akun Twiter
@ababil_kuadrat. Akun Twiter @ababil _kuadrat mengunggah sebuah video kejadian yang bikin miris siapapun yang menonton. Dalam video yang terdiri dari beberapa cuplikan berbeda itu tampak sejumlah senior di kampus yang diduga adalah Universitas Bengkulu, memelonco para maba.

“Kronologis Kasus Perloncoan pada Ospek di Fakultas Teknik Universitas Bengkulu (UNIB). Jadi niat awalnya saya mengekspose kasus ini dikarenakan keluhan dari teman teman saya yang berkuliah di FT UNIB terhadap pelaksanaan ospeknya,” tulisnya, Rabu (16/9).

Selang beberapa waktu kemudian, akun twiter @ababil_kuadrat kembali menuliskan “jujur, ketika menulis tweet ini saya merasa sangat tidak aman dan cemas. Direct message dan request following tak henti henti nya masuk. Sekian, utk yang bisa saya sampaikan.”

“Mohon bantuannya kepada kalian semua yang telah membaca tweet ini. Terimkasih,” harapnya dalam cuitan twiter. (HBN)