PGRI Provinsi Bengkulu Maksimalkan Peran dalam Memajukan Pendidikan

 

Ketua PGRI Provinsi Bengkulu Haryadi didampingi oleh pengurus saat diwawancaraai wartawan

BENGKULU, bengkuluekspress.com- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bengkulu, Haryadi terus memaksilkan peran organisasi yang dipimpinnya ini. Bahkan pihaknya saat ini akan memaksimalkan pemanfaatan Gedung PGRI Provinsi Bengkulu di Jalan Semarak Kelurahan Bentiring Permai dan Lingkar Timur Kota Bengkulu.

“Kita akan mamanfaatkan dua gedung yang kita miliki untuk menggerakkan roda organisasi ini,” kata Haryadi,  Minggu  (23/8).
Tidak hanya itu, pihaknya mengaku saat ini PGRI Provinsi Bengkulu juga sudah memiliki 2 unit kendaraan operasional untuk menunjang kinerja PGRI Provinsi Bengkulu. Kendaraan tersebut nantinya dapat menjadikan organisasi ini lebih maksimal lagi dalam bekerja memperjuangkan pendidikan di daerah.”Kita harapkan 2 unit kendaraan berupa mobil dan motor dapat menunjang kinerja pengurus PGRI Provinsi Bengkulu,” imbuh Haryadi.

Ia mengaku, meskipun saat ini PGRI Provinsi Bengkulu telah memiliki gedung dan kendaraan operasional, namun sarana dan prasarana pendukung masih minim. Bahkan PGRI Provinsi Bengkulu hingga saat ini belum memiliki komputer dan ATK. “Itulah kekurangan kita saat ini, kita harapkan ada bantuan dari pemerintah Provinsi Bengkulu,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengurus PGRI Bengkulu sebelumnya sudah mengusulkan bantuan kepada pemerintah Provinsi Bengkulu. Namun karena adanya pandemi Covid-19, usulan tersebut menjadi kandas.
“Pengurus sebelumnya sudah mengusulkan bantuan ke Gubernur Bengkuu tapi karena ada Covid anggarnya tidak jadi turun,” ungkapnya.

Ia mengaku, Pengurus PGRI Bengkulu sebelumnya mengajukan anggaran bantuan ke organisasi sejumlah Rp 1,6 miliar lebih. Namun, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengaku anggaran tersebut sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19 di daerah.
“Saya sudah koordinasi dengan Gubernur, kalau anggarannya tidak turun pada tahun ini kemungkinan kita tunggu pada tahun depan,” harapnya.
Ia menuturkan, anggaran untuk sarana dan prasarana tersebut sangatlah penting demi menunjang kegiatan organisasi. Apalagi PGRI terus berkomitmen untuk terus mengawal transformasi kehidupan new normal pendidikan pasca covid-19. Refleksi dari pandemi Covid-19 bahwa peran guru tetap tidak akan tergantikan oleh teknologi, terutama dalam menanamkan pendidikan karakter. Namun guru yang tidak mengakrabkan diri dengan teknologi akan mudah tergantikan.

“Refleksi Covid-19 bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan pembangunan dan perluasan infrastruktur listrik dan teknologi internet yang menjangkau seluruh pelosok daerah. Selain itu, diharapkan pemerintah memaksimalkan peran PGRI sebagai Organisasi Profesi dan peran Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam meningkatkan kompetensi para pendidik di Bengkulu,” tutupnya.(999)