PGRI Gelar Konfercablub

1. Kegiatan konferensi cabang luar biasa (Konfercablub) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu, untuk menentukan pengurus masa bakti 2018-2022, berlangsung di kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, kemarin (18/10).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu, menggelar konferensi cabang luar biasa (Konfercablub) untuk menentukan pengurus masa bakti 2018-2022. Kegiatan ini berlangsung di kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, kemarin (18/10).

Konfercablub melibatkan lima kecamatan itu dilakukan karena masa bakti kepengurusan kepemimpinan masa bakti 2012-2017 telah berakhir. Karena tak sanggup melaksanakan pergantian pengurus sehingga ranting mengusulkan ke PGRI tingkat kota untuk memilih ketua dan pengurus lain.



“Kurang kondusifnya ranting dengan kepemimpinan masa bakti tersebut mengusulkan ke PGRI kota untuk menggelar konfercablub. Ada lima kecamatan yang konfercablub, yaitu Kecamatan Ratu Samban, Ratu Agung, Singgarapn Pati, Muara Bankahulu dan Kampung Melayu,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Konfercablub Nawardi Limar SPd kepada Bengkulu Ekspress kemarin (18/10).

Lebih lanjut dikatakan Nawardi, konfercablub bertujuan untuk memberikan arah tentang pokok program yang menjadi landasan dalam menyusun program kegiatan yang operasionalnya ditetapkan setiap tahun. Kemudian, sebagai upaya meningkatkan supremasi dilingkungan PGRI sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi maupun organisasi ketenagaan.

Sekaligus, menata dan meningkatkan citra PGRI sebagai organisasi yang mampu menjadi wadah tempat berhimpun para guru profesional. Sasarannya nanti penataan keanggotaan dan kepengurusan para tingkat ranting. Kemudian, peningkatan kesadaran seluruh pengurus dan anggota cabang dan ranting mengenai perubahan sikap, perilaku, wawasan serta tanggungjawab organisasi melalui forum organisasi.

Pada konfercablub itu, ada lima kali rapat pleno. Mulai dari pengesahan susunan acara dan tata tertib konfercablub 2018, dilanjutkan dengan laporan pengurus PGRI masing-masing cabang tentang pelaksanaan program, pandangan umum dan laporan kegiatan PGRI ranting dan jawaban pengurus atas tanggapan ranting.

Pleno kemudian dilanjutkan dengan pembahasan program kerja 2018-2023, dilanjutkan dengan pengesahan daftar nama calon pengurus cabang, pengesahan panitia pemilihan pengurus masa bakti 2018-2023, dan pernyataan demisioner pengurus cabang masa bakti 2018-2023, oleh ketua dan penyerahan pimpinan sidang kepada panitia pemilihan.

Pada pemilihan pengurus cabang, ada 24 kandidat dari 5 kecamatan, baik yang dicalonkan maupun yang mengusulkan diri. Siapa saja, kita masih melihat surat mandat yang masuk.  “Syarat konfercablub ad dua pilihan, yaitu sebagai peserta konfrensi dan diusulkan oleh ranting sebagai calon pengurus. Dalam aturan konferensi walau sudah diusulkan harus membawa surat mandat dan disetujui secara personal seluruh anggota konferensi dan selanjutnya dilakukan tahapan pemilihan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, langsung digelar pemilihan untuk memilih ketua, memilih wakil ketua dan sekretaris, untuk suara dilihat masing-masing kecamatan dan harus memenuhi kuorum 50+1 suara, untuk kecamatan ratu agung sebanyak 22 suara, Ratu Samban 17 suara, kampung melayu 15 suara, Muarabangkahulu 16 suara dan singaran pati 15 suara. Pada konfercab tersebut, pengurus lama tetap diberikan hak untuk mencalonkan atau dicalonkan. (247)