PGRI Bengkulu Ancam Turunkan Ribuan Guru Jika Uang Zakat Tak Dikembalikan

FOTO IST – DPRD Kota Bengkulu saat memfasilitasi hearing antara Dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Bengkulu dan PGRI terkait pemotongan TPG dan THR untuk zakat, Senin (22/06).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dalam hearing yang difasilitasi DPRD Kota Bengkulu, Senin (22/06), antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan PGRI Kota Bengkulu terkait pemotongan zakat dari TPG dan THR guru, nampaknya belum menemukan jalan tengah. Para guru menuntut agar TPG dan THR yang telah dipotong untuk zakat segera dikembalikan. Jika tidak, PGRI mengancam akan menurunkan 6.000 guru untuk secara bersama mendatangi DPRD Kota menyuarakan tuntutan yang sama.

“Pemotongan zakat dari TPG dan THR itu tidak berdasar, dan bernuansa pungli, segera dikembalikan. Jika tak dikembalikan, hadapilah 6.000 guru se-kota untuk menuntut, jangan salahkan kami,” ucap ketua PGRI Kota Bengkulu, Hery Suryadi.

Saat ditanyai akankah kekisruhan yang bernuansa pungli tersebut dibawa ke ranah hukum, ia mengatakan seharusnya pihak kepolisian sudah mengetahui dan mulai menyelidikinya. Ditambah lagi, pihak guru mengaku jika pemotongan tersebut juga tanpa sosialisasi yang jelas.

“Kalau sudah disosialisasi gak mungkin guru-guru ga terima. Pemotongan ini tidak berdasar. Kalau yang gaji bulanan silakan, keluarkan zakatnya kami ikhlas kok,” tambah Hery.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Baidari Citra Dewi meminta agar kedua belah pihak kembali berkoordinasi dan komunikasi agar mendapatkan jalan tengah persoalan tersebut. Pihak Baznas juga sudah siap mengembalikan dan uangnya masih ada namun keputusan pengembalian itu ada di Diknas Kota

“Pihak guru menuntut uang yang dipotong dikembalikan, kami sarankan mereka berkomunikasi. Jangan ada kesalahpahaman. Kita minta pihak Diknas mengakomodir keinginan para guru, karena prosedurnya ada di Diknas. Baznas juga siap mengembalikan, juga uangnya masih ada,” tutup Baidari. (Imn)