Petugas Posko Perbatasan di Lebong Diduga Tebang Pilih


ERICK/BE
HEARING: Bupati Lebong, Kopli Ansori ketika menggelar hearing bersama puluhan sopir travel untuk mencari solusi atas diberlakukannya pemeriksaan dan swab antigen di 2 posko masuk Kabupaten Lebong.

LEBONG,bengkuluekspress.com – Bupati Lebong, Kopli Ansori marah dan kecewa dengan apa yang dilakukan oleh tim satgas penanganan covid-19 yang melakukan penjagaan di posko perbatasan pintu masuk Kabupaten Lebong. Sebab tidak bekerja secara profesional dengan tidak melakukan pemeriksaan swab antigen kepada semua orang yang akan masuk Lebong. Hal tersebut diketahui ketika Bupati menggundang puluhan sopir travel untuk melakukan hearing atas keluhan para sopir yang khawatir terus menurunya jumlah penumpang. Karena adanya pemberhentian dan pemeriksaan swab antigen kepada semua orang yang akan masuk Lebong di gedung Graha Bina Praja, Senin (26/07).
Seperti yang disampaikan sopir travel, Ilung Sitepu mengatakan, bahwa dirinya melihat petugas yang melakukan penjagaan dan pemeriksaan, sengaja tidak melakukan swab antigen kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para ASN langsung dipersilahkan untuk melintas. Hal tersebut terjadi di posko perbatasan Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Utara.
“Tidak ada diambil swab antigen, kejadian sore hari di hari pertama posko diberlakukan,” ucapnya, Senin (26/07).

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Lebong, Gulfan Gafero yang biasa melintas di posko Desa Air Dingin perbatasan Lebong-Rejang Lebong menjelaskan, pemeriksaan swab antigen tidak dilakukan setiap hari, melainkan diambil swab antigen sekali dalam 3 hari.
“Tinggal menunjukan hasil swab sebelumnya, kami bisa melintas dan 3 hari kedepan kami di swab lagi,” ucapnya.

Menyikapi adanya beberapa penyampaian para sopir travel, Bupati Lebong, Kopli Ansori menegaskan, bahwa saat ini pihaknya masih mendenfar isu dan belum melihat secara real. Untukitulah dirinya meminta data mengenai adanya ASN yang tidak diambil swab antigen.
“Jika datanya valid, maka pasti saya tindak,” tegasnya.
Dijelaskan Bupati, pihaknya tidak bisa menindak jika hanya sebatas informasi. Jika hanya sebatas laporan-laporan yang tidak valid, kedepan akan mengalami masalah dalam mengambil tindakan. “Percuma semua telah kita anggarkan, tetapi tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Bupati berharap, kepada semua pihak, juga termasuk kepada awak media untuk bisa bekerja sama dengan baik atas partisipasi mencegah terjadinya tebang pilih oleh petugas yang melakukan penjagaan di posko perbatasan.
“Sampaikan langsung kepada saya dengan bukti yang ada jika masih ada petugas yang tidak melakukan swab antigen kepada orang yang masuk Lebong,” pintanya.

Ia menambahkan, swab antigen yang dilakukan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19 di Kabupaten Lebong.
“Dengan diambil swab, maka kita mengetahui apakah kita diserang virus covid-19 atau tidak,” ucapnya.(614)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*