Petugas Edukasi JCH Siap-siap ke Makkah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu sebentar lagi meninggalkan Madinah, selanjutnya menuju ke Makkah untuk melaksanakan umrah dan puncak haji. Berbagai persiapan pun telah dilakukan diawali dengan memberikan edukasi yang berkenaan dengan ibadah serta kelengkapan dokumen seperti paspor.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs H Bustasar MS MPd melalui Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Drs H Ramlan Karim MHi diamini Kasubag Inmas, H Harisman Joyo menuturkan, berdasarkan laporan petugas kloter, seluruh jamaah tengah fokus menuntaskan salat Arbain dan mempersiapkan diri untuk ke Makkah melaksanakan umrah. Mereka juga telah menikmati ziarah sejarah.

Seperti dilaporkan ketua kloter 7, Lukman SAg MM, jamaah telah dikumpulkan di pelataran Masjid Nabawi, disela-sela menunggu waktu salah Arbain, jamaah diberikan edukasi berkenaan dengan ibadah keseharian dan pemantapan persiapan ibadah umrah. “Jamaah kloter 7 akan menuntaskan salat Arbain pada Sabtu (20/7) saat salat Zuhur,” ungkapnya.

Saat ini petugas kloter pun telah melakukan penandatanganan bayar tarhil di daerah kerja langsung melakukan pengecekan paspor jamaah di Muasasah. Sebanyak 390 paspor jamaah sudah dinyatakan lengkap. Pemantapan pelaksanaan ibadah umrah juga dilakukan petugas kloter 7, tim pembimbing ibadah haji kloter ini memberikan pengarahan pada jamaah terkait hal-hal apa saja larangan-larangan dalam menggunakan pakaian ihram.

Jamaah juga diingatkan untuk menjaga fisik dan mental dalam pelaksanaan umrah dan puncak haji mendatang. Tim Kesehatan Haji Indonesia kloter 7 bersama dengan petugas lain melakukan cek kesehatan, walau ada beberapa jamaah terlihat kelelahan, namun pada umumnya mereka sehat.

Kerinduan jamaah terhadap keluarga pun tak terbendung. Banyak jamaah Lansia yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan keluarga di tanah air yang juga harus dilayani petugas.  “Banyak jamaah yang konsultasi seperti masalah komunikasi dengan keluarga di Bengkulu, mengaktifkan rooming, minta diteleponkan anaknya,” bebernya. (247)