Petugas Damkar Dikerjai Informasi Hoax

hoax-bengkulu-ekspress-01
Foto ; IST

BINTUHAN KABUPATEN KAUR, Bengkulu Ekspress – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) selalu mengedepankan kemanusiaan dan sosial dalam bekerja dengan motto yang diembannya yakni “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Namun, terkadang ada saja ulah masyarakat yang jahil dengan memberikan kabar telah terjadi kebakaran di suatu tempat, yang nyatanya hanyalah informasi bohong atau hoax. Inilah yang terjadi dialami petugas Dinas Satpol PP dan Damkar yang mendapat telepon gelap dari masyarakat yang memberikan informasi telah terjadi kebakaran di Desa Tanjung Baru Kecamatan Kinal, Senin (9/7) pagi.



“Tadi kita dapat telepon laporan masyarakat Desa Tanjung Baru tentang kebakaran rumah, tapi setelah anggota kita tiba di lokasi tidak ada terjadi apa-apa,” kata Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Jon Harimol SSos melalui Kabid Damkar Elpi Sofyan S Sos, kemarin (9/7).

Dikatakan Kabid, kejadian berita hoax ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dimana petugas Damkar menerima telepon gelap dari masyarakat setempat yang mengatakan ada terjadi kebakaran di Desa Tanjung Baru, Senin (9/7). Mendapati laporan itu, petugas Damkar langsung turun ke lokasi dengan mengendarai mobil Damkar. Namun sayangnya setiba dilokasi yang dimaksud, petugas tidak menemukan kebakaran di lokasi dan ternyata informasi tersebut hoax.

“Petugas kita sempat dibuat kocar kacir. Kami sudah keliling ke sana bahkan menyisir di sekitar desa tetapi tidak ada kebakaran di sana, bahkan nomor telepon yang menginformasikan itu tidak aktif lagi,” terangnya.

Ditambahkannya, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Juga ia berharap agar warga tidak mempermainkan petugas pemadam kebakaran dengan memberikan informasi palsu. Akibatnya, selain merepotkan petugas, juga membuat bingung masyarakat di lokasi yang dituju.

“Saya mengharapkan kepada masyarakat untuk memberikan pengaduan yang benar mengenai kejadian kebakaran. Ini mengingat petugas Damkar sudah bersusah payah datang ke lokasi membawa mobil ternyata setelah sampai di lokasi laporannya bohong,” tandasnya. (618)