Petani Tewas Terbakar


IST/Bengkulu Ekspress TERBAKAR : Jazad Emansyah (38), warga Desa Tumbuk, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Benteng ditemukan tewas terbakar bersama pondok di kebun kopi miliknya, Selasa (21/5) pagi.

PAGAR JATI, Bengkulu Ekspress– Naas menimpa Emansyah (38), warga Desa Tumbuk Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Soalnya, korban ditemukan tewas akibat pondok kebunnya terbakar api, sekitar pukul 09.00 WIB (21/5) pagi. Diduga, korban terbakar bersamaan dengan pondok yang berada di tengah kebun kopi miliknya.

Saat ditemukan pertama kali, tubuh korban sudah tampak menghitam akibat hangus terbakar. Posisi tubuh korban tepat berada di tengah puing-puing pondok yang juga ludes dilalap si jago merah. Belum diketahui secara pasti penyebab korban terbakar, apakah terbakar tanpa sengaja bersamaan dengan pondok yang ditempatinya ataukah memang sengaja dibakar oleh orang tak dikenal (OTD).



“Saat ini, jasad korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” ungkap Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kapolsek Pagar Jati, Ipda Saman SH.

Dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, kata Kapolsek, korban berangkat dari rumah orang tuanya di Desa Tumbuk dengan tujuan menginap di kebun yang berlokasi sekitar 8 kilometer (Km) dari pemukiman warga, sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (20/5). Korban berangkat sendirian dengan membawa perbekalan (makanan dan minuman) selama menginap.

Selang sehari kemudian, kedua saudara kandung korban, yakni Hero Joyo (27) dan Supandi (48) yang berniat untuk mengunjungi sang adik seketika dikejutkan melihat sang adik telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.”Korban memang biasa menginap di kebun. Saat ini, kasus masih didalami,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, dari hasil penelusuran, diketahui bahwa korban sempat ribut mulut dengan warga yang menginap tak jauh dari kebun kopi miliknya. Punbegitu, belum diketahui apakah ada keterlibatan antara perkelahian tersebut dengan meninggalnya korban.

“Informasinya, sebelum kejadian korban memang sempat memukul warga dari Desa Kertapati. Untuk diketahui, korban memang dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan warga,” kata Tarmizi, warga Desa Tumbuk yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Benteng.(135)