Petani Tewas Dibacok

PANTAU: Kapolres Kepahiang, AKBP Suparman SIK MAP turun langsung memantau situasi di RSUD Kepahiang saat jenazah korban dievakuasi.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Peristiwa pembunuhan menggegerkan warga di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang, Sabtu malam (29/2).

Pasalnya, seorang petani Reko (35) ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi leher nyaris putus di perkebunan Air Barus Desa Batu Bandung.

Korban dibunuh rekan sesama petani berinisial Md alias Mardi (30) warga Desa Batu Bandung sekitar pukul 15.00 WIB (29/2).

Pelaku menghabis nyawa korban, setelah terjadi adu mulut antara kedua di lokasi kejadian. Pemicuh adu mulut karena pelaku menolak perintah korban untuk mebeli rokok.

Sehingga keduanya terlibat duel, saat itu korban tengah memegang parang sehingga secara membabi buta membacokan parang ke tubuh korban.

Mendapatkan bacokan tersebut, korban tesungkur ke tanah dengan mengeluarkandarah hingga tubuh tidak bergerak lagi.

Pelakupun, langsung beranjak meninggal korban untuk menuju pusat perkampungan masyarakat.”Ya ada dugaan tindak pidana pembunuhan, kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, namun baru diketahui malam hari. Karena jarak lokasi kejadian dengan perkampungan masyarakat cukup jauh, butuh waktu hingga 3 jam berjalan kaki tanpa ada sinyal di sana,” tegas Kapolres,Minggu (1/3).

Dikatakan Kapolres, penuturan tersangka kejadian bermula pada hari Sabtu pukul 13.00 WIB korban mendatangi kebun pelaku, mengajak pelaku untuk mengambil kemiri awalnya pelaku menolak ajakan pertama korban.

Namun korban tetap membujuk agar pelaku mau ikut mengambil kemiri, sehingga pelaku menuruti kehendak korban keduanyapun mengabil kemiri di kebun milik pelaku. Setelah selesai mengambil kemiri pelaku beristirahat dan korban memaksa pelaku untuk membeli rokok.

Tetapi keinginan korban tersebut ditolak pelaku dikarenakan pelaku tidak memiliki uang. Penolakan pelaku, membuat korban marah pelaku sambil merusak batang kayu manis kepunyaan pelaku.Pelaku berusahan melarang korban menghancurkan batang kayu manis miliknya.

Korbanpun semakin emosi dengan nada menantang pelaku untuk berkelahi, keributanpu akhirnya tidak terelakkan. Dalam keributan itu, pelaku memegang sebilah parang membacok korban di bagian wajah 1 kali, korbanpun berlari dan dikejar oleh pelaku lalu pelaku berhasil membacok bagian punggung belakang korban sebanyak 1 kali.

“Kemudian korbanpun terjatuh dan pelaku membacok bagian leher belakang korban sebanyak 1 kali dan selebihnya pelaku tidak ingat berapa kali lagi ia membacok korban,” tegas Kapolres.

Usai membacok pelaku membiarkan korban tergeletak di pulau kecil di tengah sungai, pelakupun pergi menuju perkampunggan masyarakat di Desa Batu Bandung lalu menyerahkan diri kepada aparat keamanan.”Setelah pelaku menyerahkan diri jajaran Polres Kepahiang masih berusaha menemukan korban bersama masyarakat. Dimana jarak dari rumah ke kebun sekitar 3 jam berjalan kaki,” ucap Kapolres.

Karena jauhnya TKP dengan pusat keramaian, evakuasi jenazah korban harus berlangsung hingga tengah malam baru bisa sampai ke RSUD Kepahiang.

Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti satu buah parang yang digunakan pelaku untuk menghabis nyawa korban.

Kepolisian juga menjaga situasi tetap kondusif baik disekitaran lokasi kejadian, maupun disaat mayat korban mendapatkan penanganan media di IGD RSUD Kabupaten Kepahiang. Bahkan Kapolres Suparman turun langsung memantaui situasi di RSUD Kepahiang.

Korban dalam kondisi berlumuran darah dan luka bacok tersebut, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Kabupaten Kepahiang, untuk mendapatkan pertolongan. Namun, yang maha kuasa berkata lain, nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.

Kemudian, jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga dan jasad dimakamkan Minggu pagi (1/3) di Desa Sosokan Taba. (320)