Petani Semidang Alas Ditemukan Tewas, Leher Tergorok

Warga paruh baya yang tewas menggorok lehernya sendiri saat dibawa ke Puskesmas, kemarin.

SA, bengkuluekspress.com – Kemarin, pukul 09.00 WIB warga Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas (SA) mendadak heboh. Pasalnya seorang petani, Yahamdin (46) ditemukan tewas bersimbah darah. Ia diduga mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri, hingga meninggal dunia karena diduga mengalami depresi atau gangguan jiwa.

Data berhasil dihimpun, aksi nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan menggorok leher dengan sebilah parang. Saat itu, istri korban baru pulang dari pasar membawa makanan (martabak) untuknya. Lalu istri korban langsung memberikan martabak yang dibawanya dari pasar. Tak berselang lama, korban pun meminum obat rutin yang diberikan dari pihak Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSJKO).

Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S Ik melalui Kapolsek SA, Ipda Noprizal, SH didampingi Kanit Reskrim, Aipda J. Sihombing membenarkan dengan adanya kejadian tersebut. Diduga kuat jika korban tewas ini mengalami gangguan jiwa.

“Iya, menurut keterangannya, korban memiliki gangguan kejiwaan. Sebab, pada saat ini korban mengkonsumsi obat rutin dari RSJKO,” terang Kapolres.

Diceritakan, usai makan martabak dan setelah korban mengkonsumsi obat, korban pun mengganti celana pendek. Setelah itu istri korban pergi ke depan untuk mengunci pintu dikarenakan mau memasak. Setelah mengunci pintu, istri korban pergi ke dapur. Berapa terkejutnya istri korban pada saat itu. Pasalnya saat dirinya menuju ke dapur, ia melihat suaminya sudah terkapar di sumur belakang dengan kondisi leher hampir putus dan bersimbah darah.

“Korban menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan sebilah parang panjang sekitar 30 cm,” tegas Kapolres.

Melihat hal tersebut, istri korban langsung teriak minta tolong kepada tetangga terdekat. Kemudian korban langsung dibawa ke Puskesmas Pajar Bulan untuk diperiksa lebih lanjut. Korban yang pada saat itu telah meninggal dunia pun dibawa ke rumah duka. Sebelum akhirnya jasad korban dimakamkan di TPU desa setempat. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*