Petani Resah, PDAM Gunakan Air Irigasi

KEPAHIANG, BE – Para petani di Desa Sukamerindu Kecamatan Kepahiang resah. Pasalnya, air irigasi setempat dijadikan sumber mata air baru PDAM. Muncul kekhawatiran debit air menyusut. Padahal irigasi tersebut menjadi sentral pengairan persawahan petani.

Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Firdaus SH mengungkapkan sejumlah warga yang keberatan telah melayangkan surat kepada pihaknya. Warga yang beraktivitas sebagai petani merasa saat ini debit air irigasi tersebut sudah kecil akibat pengundulan hutan. Jika dijadika ada saluran sumber mata air PDAM di Tapak Gedung Daerah Permu maka sudah dipastikan sawah-sawah akan mengalami kekeringan.

“Selasa besok (hari ini) kita akan melakukan sidak ke lokasi. Ingin mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya,” ujar Firdaus.
Sebenarnya, Komisi III sudah berkoordinasi dengan PDAM Kepahiang. Namun PDAM menyangkal.  Proyek pembangunan sumber mata air itu disebutkan dilakukan Pemprov Bengkulu. “Makanya perlu kita telusuri lebih jauh masalah ini,” terangnya.

Nantinya jika memang benar PDAM memakai air irigasi untuk sumber air bersihnya maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov. Untuk menyampaikan warga setempat menolak aktivitas tersebut. “Pastinya areal persawahan warga harus tetap diberikan pengairan. Bagaimana bisa berproduksi jika sawah mereka terancam kering,” pungkasnya.(505)