Petani Mulai Turun Ke Sawah

traktor turun sawahMANNA, BE – Setelah lama sawah dibiarkan tidur lantaran tidak mendapat pasokan air, karena musim kemarau. Saat ini sawah tersebut kembali digarap petani. Pasalnya setelah lebih satu minggu hujan mengguyur Bengkulu Selatan (BS), saat ini alur sungai mulai dipenuhi air, dan bendungan warga kembali berisi air, Sehingga sawah pun digenangi air. Oleh karena itu momen yang tepat bagi petani untuk turun ke sawah. “Alhamdulillah, setelah sawah kembali digenangi air, kami bisa menggarapnya lagi,” kata Edi (39) salah satu petani di Desa Ketaping Manna kemarin (20/11).

Menurut Edi, selama ini meskipun sawah miliknya dan petani lain di Desa Ketaping mengandalkan bendungan Tebat Baghu. Namun karena musim kemarau, air bendungan pun menyusut dan tidak bisa mengairi sawah petani. Sehingga musim hujan datang membuat petani sawah pun kembali bergairah.

“ Musim penghujan saat yang tepat untuk turun ke sawah, semoga saja hasil panen nanti maksimal,” harap Edi.
Sementara itu, Rakim (41) petani Ketaping Lainnya, mengharapkan dengan mulai serentaknya petani turun ke sawah, dirinya berharap pemerintah dapat menyalurkan bibit padi berkualitas serta pupuk bersubsidi yang tepat. Sebab jika bibit padi yang ditanam berkualitas serta disertai pemupukan yang tepat,maka hasil panen pun bisa maksimal dan kesejahteraan petani sawah pun bisa membaik.“Harapan saya saat musim turun ke sawah ini sudah mulai, pupuk tidak langkah dan bibit perkualitas pun mudah dicari,” harap Rakim. (369)