Petani Mulai Lirik Bawang Merah

ARY/Bengkulu Ekspress Dedek (56) petani bawang merah saat menunjukkan hasil budidaya bawang merah yang mereka lakukan. Saat ini budidaya bawang merah mulai dilirik petani karena hasilnya cukup menjanjikan.
ARY/Bengkulu Ekspress Dedek (56) petani bawang merah saat menunjukkan hasil budidaya bawang merah yang mereka lakukan. Saat ini budidaya bawang merah mulai dilirik petani karena hasilnya cukup menjanjikan.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Sejumlah petani di Kabupaten Rejang Lebong saat ini mulai melirik tanaman jenis bawang merah. Salah satunya seperti yang dilakukan Norman warga Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah.

Norman bercocok tanam bawang merah dilahannya yang ada di Desa Air Merah Kecamatan Curup Tengah. Budidaya bawang yang dilakukan Norman dibantu oleh Dedek (56) yang juga masih kerabatnya.

Ditemui kawasan kebun tempat budidaya bawang merah Selasa (11/7) kemarin, Dedek mengaku, budidaya bawang merah yang dilakukan Norman baru yang pertama kalinya dilakukan. Dimana menurutnya Dedek awalnya Norman berniat menanam bawang untuk kebutuhan hajatan keluarganya, namun melihat prospek budidaya bawang yang cukup menjanjikan tersebut, Dedek mengaku saat ini malah menjadi tertarik untuk berbudidaya bawang.

“Awalnya budidaya ini hanya untuk keperluan hajatan saja, namun dengan melihat hasilnya, tidak menutup kemungkinan kedepannya kita akan terus berbudidaya bawang merah,” aku Dedek
Menurut Dedek dengan luas lahan yang tak mencapai 1/8 hektar tersebut, bibit bawang merah yang dibutuhkan sebanyak 5 Kg yang dibeli dari salah satu pasar di Kota Curup. Setelah melalui proses penanaman dan pengembangbiakan, saat dipanen hasilnya lebih dari Rp 50 Kg.

“Dari bibit sebanyak 5 Kg, hasilnya lebih dari 50 kg, tentunya ini sangat menjanjikan,” terang Dedek.

Bahkan menurut Dedek, sisa bawang merah yang ia panen bersama rekannya kemarin, tidak akan dijual, melainkan akan dikeringkan kemudian akan dijadikan bibit untuk dikembangkan lagi dilahan yang mereka miliki.

Lebih lanjut Dedek menjelaskan, dari pengalaman pertama yang mereka lakukan dalam bercocok tanam bawang merah tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Dimana dari mulai penanaman hingga proses panen hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan saja, selain itu, untuk perawatannya cukup mudah, karena menggunakan mulsa, sehingga perawatannya hanya cukup penyemprotan pupuk maupun gulma saja.

Selain dari sisi waktu yang relatif singkat, harga yang ditawarkan sendiri masih lumayan tinggi dibandingkan dengan komoditas sayuran lainnya. Dimana saat ini harga bawang merah disejumlah pasar di Kota Curup berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 33 ribu per Kg.

Senada yang disampaikan Dedek, Ujang (35) yang juga bekerja dikebun bawang merah mengungkapkan jenis tanah yang ada di Desa Air Merah memang cocok untuk bercocok tanam bawang merah, hal tersebut terlihat dari hasil budidaya mereka yang cukup menjanjikan.

“Ini kan kali pertama kita budidaya bawang merah, hasilnya memang lumayan menjanjikan karena dari 5 Kg bibit kita, hasil yang kita petik lebih dari Rp 50 Kg,” singkat Ujang.(251)