Petani Minta Bantuan Dibagi Merata

YouTube video

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekpress – Petani sawah di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berharap agar bantuan dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkulu tengah disalurkan secara merata dan adil.

Salah seorang petani di Desa Sri Kuncoro, Sunarti mengaku tak pernah mencicipi bantuan yang biasa diterima oleh petani lainnya. Padahal, dirinya sudah menggarap sawah selama bertahun-tahun.

“Saya harap, jika ada bantuan dibagi secara adil. Sebab, sampai saat ini saya tak pernah diberi bantuan,” kata Sunarti.

Sunarti menjelaskan, bantuan berupa pupuk bersubsidi dan benih selalu disalurkan secara diam-diam atau kucing-kucingan. Dalam kondisi seperti itu, tidak semua petani mendapatkan bantuan tersebut. “Saya bukan meminta secara cuma-cuma. Saya hanya berharap diberi bantuan berupa keringanan dari Pemerintah Daerah. Baik berupa pupuk maupun benih,” tambahnya.

Meskipun tak mendapat bantuan, penggarapan padi sawah milik orang lain ini masih tetap ia dilakukan. Hanya saja, lanjutnya, biaya yang dikeluarkan lebih besar dikarenakan harus membeli pupuk dan benih yang berasal dari toko pertanian.

Besarnya biaya penanaman, membuat dirinya tak bisa meraup keuntungan dalam jumlah besar. Dikatakan dia, hasil panen padi hanya mampu membuat dirinya bertahan untuk tidak membeli beras.

“Sebagai perbandingan, benih Mikongga yang saya gunakan dibeli seharga Rp 70 ribu untuk 1 kampil. Untuk mengelola 20 petak sawah, saya membeli benih sebanyak 5 kampil. Jika menggunakan benih bantuan, biasanya hanya menebus (membayar,red) sebesar Rp 10 ribu per kampil,” ulasnya.



Sebelum masa penyemaian benih dilakukan, Sunarti mengaku sudah berkoordinasi dengan anggota Kelompok Tani (Poktan) untuk mempertanyakan benih padi bantuan. Akan tetapi, kata dia, benih sudah habis dibeli oleh petani lain yang sudah lebih dahulu. “Katanya (Poktan,red), benih sudah habis. Padahal, saya tak pernah diberi tahu bahwa ada bibit bantuan telah tiba. Kami harap, ke depan peristiwa serupa tak terjadi lagi. Sehingga, hasil panen bisa membuat kami mendapat keutungan lebih banyak” pintanya.(135)