Petani MengeluhkanHarga Kopi Rendah

ARY/Bengkulu EkspressPetani kopi di Desa Tanjung Beringin tengah menjemur kopi miliknya. Saat ini para petani kopi masih mengeluhkan harga jua biji kopi kering yang masih rendah ditingkat petani

CURUP, Bengkulu Ekspress– Para petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan rendahnya harga jual biji kopi kering. Hal tersebut dikarenakan saat ini ditingkat petani harga biji kopi kering berkisar antar Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu per Kg.”Kalau harga kopi saat ini masih turun, harganya berkisar antara Rp 15 ribu sampai 17 ribu per Kg, tergantung dengan kualitas kopi itu sendiri,” sampai Hasna (35) salah satu petani kopi robusta di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara.



Bahkan Hasan mengaku, untuk biji kopi yang dipetik asalan yaitu campuran antara kopi merah dan masih hijau, para pengempul membeli dari petani dengan harga Rp 15 ribu per Kg. Harga tersebut menurutnya turun dari harga sebelumnya Rp 17 ribu per Kg.”kalau kopi petik merah saat ini Rp 17 ribu per Kg juga turun dari sebelumnya Rp 20 ribu per Kg,” sampainya.

Terkait dengan turunnya harga jual biji kopi kering tersebut, Hasna mengakui belum mengetahui pasti, namun menurutnya turunnya harga kopi tersebut lumrah terjadi setiap tahunnya terutama saat mendekati lebaran Idul Fitri. Dikalangan petani kopi menduga turunnya harga kopi tersebut dikarenakan saat mendekati lebaran banyak petani kopi yang menjual biji kopinya untuk memenuhi kebutuhan mereka saat lebaran.

“Kalau penyebab turun kami tidak tahu pasti, namun ini bisa terjadi saat akan lebaran dimana banyak petani yang menjual kopi mereka untuk kebutuhan lebaran,” sampainya.

Dengan harga biji kopi kering yang terbilang rendah tersebut, Hasna berharap ada langkah dari pemerintah untuk menaikkan harga kopi, terlebih lagi menurutnya saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Rejang Lebong mulai naik. Belum lagi menurutnya hasil produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2019 ini turun dari tahun sebelumnya, sehingga membuat para petani semakin menjerit.

Disisi lain, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, M Yusuf mengungkapkan harga jual biji kopi kering di Kabupaten Rejang Lebong sendiri dipengaruhi oleh kualitas kopi yang dihasilkan oleh para petani. Oleh karena itu ia mengimbau kepada para petani kopi untuk melakukan pengolahan yang tepat sehingga menghasilkan biji kopi yang berkualitas dan harganya juga akan tinggi.

“Salah satu yang bisa dilakukan petani untuk menghasilkan biji kopi yang berkualitas adalah dengan petik buah merah,” sampai Yusuf.

Disisi lain, ia juga berharap kedepannya ada investor yang tertarik untuk menanmkan investasinya di Kabupaten Rejang Lebong, karena ia meyakini dengan adanya investor yang masuk ke Rejang Lebong maka harga kopi di Rejang Lebong akan lebih stabil.(251)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*