Petani Makan Raskin

2

Ironi yang terjadi terhadap para petani di Kabupaten Lebong. Bagaimana tidak, para petani yang memiliki sawah lebih dari satu hektar, ternyata mereka masih mengkonsumsi beras miskin (Raskin). Salah satu penyebab para petani didaerah terpaksa makan nasi dari bantuan pemerintah Raskin, karena pada umumnya petani di Lebong terpaka harus terlibat dalam praktek ijon.
Bagaimana Petani Bisa Terlibat Praktek Ijon? Berikut Laporannya

DWI- Kabupaten Lebong

Lis (54) warga Desa Semelako saat ditemui BE di sawahnya yang berada di Kecamatan Bingin Kuning kemarin mengakui hingga saat ini ia masih menghrapkan adanya bantuan Raskin dari pemerintah.

“Beginilah kami, biar punya sawah tapi kami masih makan beras Raskin. Soalnya hasil panen kami setiap kali musim tanam selalu habis untuk membayar hutang dan sisanya hanya cukup untuk kami makan selama 3 sampai 4 bulan saja. Setelah itu kami makan beras raskin karena kami sudah tidak ada lagi simpanan beras hasil panen kami,” ungkap Lis sambil duduk di pinggir sawah bersama petani lainnya.

Iwan (32) yang juga sebagai petani juga mengungkapkan hal yang sama. Para petani di Kabupaten Lebong ini dalam setiap memasuki musim tanam selalu keterbatasan modal untuk melakukan turun tanam. Hal tersebut, membuat para petani harus meminjam modal kepada pemilik modal untuk bisa turun tanam atau yang biasa dikenal dengan istilah prakteik ijon.
“Sistemnya, biasanya kami pinjam uang Rp 120 ribu nanti mengembalikannya dalam bentuk padi satu karung. Kalu dipir-pikir memang rugi, karena satu karung beras harganya Rp 180 ribu, sedangkan kami hanya meminjam Rp 120 ribu. Dari pada kami tidak menanam padi lebih baik kami pinjam uang itu,” jelas Iwan.

Para petani saat ini sangat mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah berupa bantuan pupuk, benih dan lainnya. Karena hal ini sangat membantu para petani dalam setiap musim tanam.
“Sebenarnya kami tidak mau makan Raskin, tapi kalau kondisinya seperti ini harus bagaimana lagi. Ya kami harap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada kami, terutama pupuk, karena pupuk ini sangat penting untuk meningkatkan hasil panen para petani. Jangan seperti saat ini kami kesulitan untuk mencari pupuk,” ungkapnya.(777)