Petani Kopi Mulai Panen

1RIMBO PENGADANG,BE-Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten lebong saat ini mulai meningkat. Hal ini lantaran saat ini masyarakat Kabupaten Lebong khususnya petani kopi dan sawah sedang memasuki masa panen.

Seperti diungkapkan, Ros (34) petani kopi di wilayah Kecamatan Rimbo Pengadang, saat ini kebun kopi miliknya yang berada di Desa Tik Kuto Kecamatan Rimbo pengadang sudah mulai memasuki masa panen. Tak hanya dirinya, hampir seluruh petani kopi diwilayah Kecamatan rimbo Pengadang dan Lebong selatan memasuki masa panen.

“Alhamdulillah saat ini sudah mulai masuk masa panen kopi. Untuk harga kopi juga saat ini masih stabil, mudah-mudahan tidak ada penurunan harga kopi karena saat ini sedang musim kopi,” kata Ros.

Untuk setiap musim panen kopi, dirinya bisa mendapatkan hasil mencapai 1 ton perminggu. Sedangkan untuk pemasaran kopi dirinya menjual kepada toke-toke Lebong dan luar.

“Untuk musim panen kopi saat ini saya memperkerjakan karyawan untuk memetik kopi yang sudah merah. Karena kalau kerja sendirian saya tidak sanggup, karena hasil pane saat ini lumayan bagus dan melimpah,” jelasnya.

Selain itu, Endang (28) warga Desa Pelabuhan Talang leak Kecamatan Bingin Kuning mengatakan untuk hasil panen padi juga ditahun 2015 ini cukup bagus. Bahkan dirinya yang ikut dalam anggota erek (kelompok pemanen padi) setiap harinya bisa mengumpulkan padi mencapai 2 hingga 3 cupak perhari.

“Memang ada sebagian sawah yang diserang hama, tapi itu hanya beberapa sawah saja. Coba lihat kalau musim panen sekarang, pasar, jalanan dan angkutan selalu ramai. Hal ini karena masa paceklik sudah lewat,” ucap Endang.

Namun demikian, dirinya yang merupakan petani mengharapkan adanya peran pemerintah dalam harga, baik berupa gabah maupun beras. Dirinya berharap akan adanya aturan yang melarang menjual gabah ke luar agar harga jual gaba tidak anjlok.

“Selama inikan mulai musim panen, ratusan ton gabah dijual keluar. Hal ini akan mempercepat masa paceklik petani. Selain itu, coba pemerintah berinisiatif untuk membuat produk seperti daerah lain dengan mengeluarkan merek beras Lebong, karena selama ini Lebong dikenal penghasil beras tapi tidak jelas berasnya mana,” ungkapnya.(777)