Petani Kopi Kepahiang Harapkan JUT


Doni/BE
Kondisi jalan usaha tani (JUT) perkebunan kopi Rimbok Donok Kabupaten Kepahiang hasil kerja mandiri para petani kopi setempat.

KEPAHIANG, bengkuluekspress.com – Puluhan tahun para petani kopi di kawasan perkebunan Rimbo Donok Desa Taba Air Pauh Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang tidak tersentuh program pemerintah. Pasalnya, para petani tersebut belum mendapatkan bantuan bibit, pupuk maupun peralatasan pertanian yang setiap tahunnya selalu digemborkan pemerintah sebagai program unggulan untuk masyarakat.
Diungkapkan Yanto (52), salah seorang petani kopi Desa Taba Air Pauh Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang, jangankan produk pertanian. Untuk membuka jalan usaha tani (JUT) saja dilakukan secara mandiri dengan gotong royong bersama sesama pemilik kebun. Sehingga sekarang bisa dilewati kendaraan roda empat dari hasil gotong royong setiap pekan.
“Mana ada bantuan, bangun jalan aja mandiri pak. Petani di sini gotong royong setiap akhir pekan dan lama-lama jalannya jadi serta bisa lewat mobil,” tutur Yanto.

Dijelaskannya, JUT yang bagus sangat diharapkan para petani. Sebab akses jalan jadi hal penting bagi petani dalam mengelola perkebunan. Karena jika jalan menuju lahan perkebunan bagus, maka biaya operasional pertanian seperti jasa angkutan barang akan semakin kecil hingga mengurangi biaya pengeluaran saat mengangkut barang.
“Kalau sekarang sudah sangat bagus jalannya, sudah lancar kendaraan masuk,” sebutnya.

Menurut Yanto, JUT di kawasan perkebunan mereka sudah dibuka hingga kendaraan roda empat bisa masuk hingga kedepan pondok kebun. Namun kendaraan yang masuk hanyalah mobil truk pengangkut batu dan bukan kendaraan angkutan kopi.
“Ya kendaraan truk yang masuk karena memang jalannya dibuka oleh petambang batu. Jalan lebar, namun kalau mobil kecil biasanya susah masuk karena didalam jalan berlumpur hanya kendaraan truk yang lancar masuknya,” sebutnya. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*