Petani Kedurang Bertaruh Nyawa, Tak Ada Jembatan Menuju Kawasan Pertanian

SEBERANGI: Petani di Desa Pajar Bulan Kecamatan Kedurang Ilir terpaksa menyeberangi Sungai Kedurang menggunakan sepeda motor saat mengangkut hasil panen, karena tidak ada sarana jembatan dari desa ke kawasan pertanian.
SEBERANGI: Petani di Desa Pajar Bulan Kecamatan Kedurang Ilir terpaksa menyeberangi Sungai Kedurang menggunakan sepeda motor saat mengangkut hasil panen, karena tidak ada sarana jembatan dari desa ke kawasan pertanian.

KEDURANG ILIR, BE – Warga Desa Pajar Bulan Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), khususnya yang bekerja sebagai petani, hingga saat ini harus bertaruh nyawa untuk mengangkut hasil panen usaha pertanian mereka. Pasalnya untuk ke tempat usaha pertanian, mereka harus menyeberangi Sungai Air Kedurang karena belum dibangun jembatan penyeberangan.

“Warga desa kami pada umumnya perekonomiannya tergantung pada hasil pertanian berupa kebun sawit, kopi, karet serta sawah yang berada di seberang Sungai Kedurang. Namun karena tidak ada jembatan untuk menyeberangi sungai itu, mereka terpaksa langsung menyeberangi sungai itu,” ujar Muhamad Yongki (31), warga Desa Pajar Bulan.

Kata dia, kalau saat ini karena sudah lama tidak hujan, sehingga sepeda motor bisa menyeberangi Sungai Air Kedurang. Namun kalau musim hujan, terpaksa diangkut pakai kepala.

Dengan kondisi tersebut, Yongki berharap Pemda Bengkulu Selatan (BS) dapat membangun jembatan gantung di desa mereka. Sehingga petani nyaman untuk pulang pergi ke tempat usaha mereka.
Sebab, jika musim penghujan, petani selalu was-was, khawatir saat mau menyeberang. tiba-tiba muncul banjir bandang di Sungai Air Kedurang. Sehingga mereka bisa hanyut terbawa arus sungai saat menyeberang.

“Kondisi ini sudah bertahun-tahun kami alami, kami sangat berharap pemda BS dapat membangun jembatan gantung yang melintasi sungai Kedurang di desa kami,” harap Yongki. (369)