Petani Karet Kembali Bergairah

Bengkulu Utara
REWA/Bengkulu Ekspress. Salah seorang petani karet di Bengkulu Utara saat menyadap karetnya, kemarin (22/1).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Harga karet di Bengkulu Utara mulai merangkak naik dari Rp 8.000 per kilo gram menjadi Rp 12.000 per kilo gramnya. Kenaikan ini pun membuat petani karet kembali bergairah, karena harga karet anjlok sudah cukup lama sejak 2015 lalu.

Kepala Desa Gardu, Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Supri mengatakan, para petani di desanya sudah bisa bernapas lega karena harga jual komoditas karet sudah naik sesuai dengan harapan para petani.

“Beberapa minggu ini harga karet sudah naik. Para petani menjadi semangat lagi untuk mengumpulkan karet,” ujarnya kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (22/1).

Menurutnya, karet yang dibeli dari petani seharga Rp 12.00 per kg tersebut sudah cukup tinggi jika dibandingkan sebelumnya.

“Para petani bersyukur sekali, karena harganya bisa mensejahterakan para petani di sini,” sambungnya.

Diakuinya, semula harga karet yang sangat rendah membuat para petani enggan mengumpulkan karet. Kalaupun ada yang mengumpulkan tidak terlalu intensif dan semangat karena harga yang rendah.

Dikatakannya, kenaikan harga karet ini dikarenakan stok karet dari para petani berkurang karena kebanyakan petani terlalu malas mengumpulkan dan menjual karetnya kepada para pengumpul.

“Harganya naik mungkin karena pasokan kare dari para petani sebelumnya berkurang karena saat harganya murah banyak petani yang tidak menjual karetnya,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap harga komoditas karet di tingkat para petani tetap stabil dan berpihak pada petani serta tidak anjlok lagi. “Banyak warga yang menggantungkan hidup sebagai petani karet dan berharap harga karet tetap stabil hingga bisa mensejahterakan petani,” pungkasnya.(cw2)