Petani Enggan Jual Gabah ke Bulog

ARY/Bengkulu Ekspress Petani di kawasan Rimbo Recap saat merontokkan gabah usai panen padi. Saat ini harga gabah di tingkat pengepul lebih tinggi dari HPP, sehingga masyarakat enggan menjual gabah kepada Bulog.
ARY/Bengkulu Ekspress Petani di kawasan Rimbo Recap saat merontokkan gabah usai panen padi. Saat ini harga gabah di tingkat pengepul lebih tinggi dari HPP, sehingga masyarakat enggan menjual gabah kepada Bulog.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Meskipun saat ini pemerintah telah memprogram kegiatan serapan gabah (Sergap) melalui Perum Bulog. Namun hingga saat ini belum ada petani di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang yang menjual gabah mereka kepada Bulog Sub Divre Rejang Lebong.

“Hingga saat ini memang belum ada petani yang menjual gabahnya kepada kita (Bulog),” ungkap Kepala Sub Divre Bulog Rejang Lebong, Rudi Adlin Damanik saat ditemui Selasa (24/10) kemarin.

Menurut Rudi, belum adanya petani yang menjual Bulog ke Sub Divre Rejang Lebong, karena Harga Pembelian Pemerintan (HPP) terhadap gabah lebih rendah dari harga yang diberikan para pengepul gabah di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang.

Dijelaskan Rudi, dalam program pembelian gabah ini sendiri, HPP yang ditetapkan pemerintah untuk harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 3.700 per Kg sedangkan ditingkat pengepul mencapai Rp 4.100 hingga Rp 4.500 per Kg. Sedangkan untuk HPP Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp 4.600 per Kg, sedangkan ditingkat pengepul GKG dihargai Rp 5 ribu hingga Rp 5.500 per Kg.

“Karena harga pengepul lebih tinggi dari HPP tersebut, maka para petani lebih memilih menjual kepada para pengepul,” paparnya.

Selain masalah harga yang lebih tinggi harga para pengepul, menurut Rudi dari pemantauan yang dilakukan tim Sergab dari Mabes TNI yang berkunjung ke Rejang Lebong beberapa waktu lalu, luas lahan tanam di Kabupaten Rejang Lebong saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Rejang Lebong itu sendiri.

Namun menurut Rudi, dalam kunjungan tim Sergab ke Kabupaten Rejang Lebong beberapa waktu lalu dan berdialog dengan petani, para petani sudah berkomiten akan menyisihkan sebagian gabah yang mereka miliki untuk dijual kepada Bulog. Karena gabah yang diserap Bulog bukan untuk kegiatan bisnis melainkan untuk cadangan masyarakat Rejang Lebong sendiri.

“Para petani di Rejang Lebong ini, sudah berkomitmen saat panen nanti menjual minimal 10 persen gabah hasil panen mereka dijual ke Bulog, karena mereka sadar bahwa gabah tersebut sendiri untuk kebutuhan cadangan pangan di Kabupaten Rejang Lebong. (251)