Petani Ditemukan Tewas Membusuk

TEWAS Kondisi petani Asmai saat ditemukan tewas dengan kondisi membusuk, dan dievakuasi anggota Polsek Maje, Kamis (245 (2)
IRUL/Bengkulu Ekspress
TEWAS: Jenazah korban, Asmai, saat dievakuasi anggota Polsek Maje, Kamis (24/5).

MAJE KABUPATEN KAUR, Bengkulu Ekspress – Seorang petani pisang bernama Asmai (40), warga Desa Sinar Mulya Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinisi Bengkulu, ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga di sebuah pondok kebun cabai miliknya di desa setempat, Kamis (24/5). Saat ditemukan, mayat korban dalam posisi terbaring dan kondisi busuk dan nyaris tingal tulang di dalam pondoknya.



“Korban saat ditemukan sudah dalam kedaan busuk, dan diperkirakan meninggal sudah empat hari yang lalu,” kata Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto SH SIK melalui Kapolsek Maje, Ipda Maulana STK, kemarin (24/5).

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, mayat korban ditemukan pertama kali oleh Bambang (30) sekitar pukul 08.00 WIB. Penemuan mayat korban yang diduga meninggal karena penyakit yang dideritanya itu bermula dari saksi pada saat itu mendatangi pondok kebun korban yang mana saksi adalah pekerja kebun korban.

Menurut saksi, ia bertujuan untuk memberi tahu korban soal panen cabai di kebun miliknya. Setiba di pondok saksi memanggil-mangil korban, namun tidak ada jawaban dari korban, dan saksi merasa ada bau busuk dan kumpulan lalat, lalu saksi memangil rekannya Yahya dan masyarakat untuk mendobrak pintu pondok korban. Dan setelah pintu didobrak, ternyata korban sudah meninggal dengan posisi terbaring dan berbau tidak sedap.

Mendapati hal tersebut, warga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan murni korban meninggal karena penyakit dideritanya selama ini.

“Dari hasil pemeriksaan kita korban meninggal itu sejak hari Sabtu (19/5), dan tanda-tanda kekerasan tidak ada di tubuh korban, dan juga posisi pondok korban terkunci dan barang-barang masih utuh. Jenazah korban sudah dimakamkan dan keluarga korban menolak untuk diotopsi,” jelas Kapolsek. (618)