Petani Ditemukan Tewas di Pondok Sawah Padang Guci

TEWAS: Jenazah korban saat dibawa ke Puskemas Padang Guci, Rabu (28/10).

PAGULU, bengkuluekspress.com – Salah seorang orang petani bernama Takori (48), asal Desa Luwung Ragi Kecamatan Bula Kamba Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah (Jateng), ditemukan tidak bernyawa di dalam pondok Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur, Rabu (28/10).

“Waktu ditemukan warga, korban sudah meninggal dunia di dalam pondok di lokasi Sawah Percetakan Desa Manau IX. Korban meninggal diduga karena sakit sesak napas,” kata Kapolres Kaur Polda Bengkulu, AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kapolsek Padang Guci Hulu (Pagulu) IPTU Samsul Rijal SH, Kamis (29/10).

Data terhimpun BE, mayat korban ditemukan pertama oleh rekannya Wahyudi, Rabu (28/10), sekira pukul 14.00 WIB di Pondok Lokasi Sawah Percetakan Desa Manau IX. Menurut keterangan dari saksi yang merupakan rekan korban Wahyudi, bahwa korban telah mengalami sakit sekitar sepuluh hari yang lalu dan sudah berobat ke Bidan Desa di Bungin Tambun. Korban mengalami keluhan sesak napas dan demam. Nah sekira pukul 08.00 WIB korban masih sempat memasak dan bercerita, dan sekitar pukul 10.00 WIB, korban sudah meninggal di dalam pondak tempat berkebun di lokasi sawah percetakan Desa Manau IX.

“Korban dan saksi adalah penjaga perkebunan milik Dinas Pertanian Kabupaten Kaur di lokasi Sawah Percetakan Desa Manau IX,” terang Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, untuk jenazah korban sudah bawa pulang dengan menggunakan mobil ambulance RSUD Kaur dan jenazah akan diformalin di RSUD Kaur dan akan di kebumikan di kampung halamannya Desa Luwung Ragi Kecamatan Bula Kamba Kabupaten Brebes. Juga setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan murni korban meninggal karena penyakit dideritanya selama ini.

“Dari hasil pemeriksaan kita korban meninggal karena memang sakit, dan tanda-tanda kekerasan tidak ada ditubuh korban,” jelas Kapolsek. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*