Petani di Bengkulu Jual Kopi ke Tengkulak

kopi
foto :IST

Harganya Murah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Rendahnya tingkat ekspor kopi di Bengkulu, disebabkan oleh banyaknya petani yang menjual kopi ke tengkulak. Sehingga kopi yang dijual tersebut selalu dibeli dengan harga murah dan dijual kembali oleh tengkulak melalui provinsi tetangga.

Dosen Pertanian Universitas Bengkulu, Alnopri mengatakan, para petani kopi umumnya menjual hasil panen ke tengkulak. Tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian pengembangan agribisnis kopi Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.



“Hampir 99 Persen petani menjual panen kopi dengan bentuk paling sederhana, yakni green bean, tanpa diolah. Ini terjadi karena minimnya informasi yang diperoleh petani mengenai peluang pasar, standar mutu produk dan lemahnya jejaring pasar,” kata Alnopri, kemarin (5/2).

Oleh karena itu, agar para petani kopi dapat memperoleh peluang pasar dan standar produk serta jejaring pasar, pihaknya telah mendorong beberapa hal diantaranya melakukan identifikasi pembeli potensial. Yakni, dengan dibentuknya kelembagaan koperasi sebagai pengembangan kelembagaan.

“Harus ada inovasi teknologi pengolah kopi oleh pemerintah maupun koperasi yang dikembangkan di sana. Tujuannya agar kopi bisa diolah oleh petani lokal dan dapat menjadi nilai tambah bagi penjualan,” ujar Alnopri.

Ia menambahkan, ke depan para petani kopi di Bengkulu harus diberikan pengetahuan untuk memperluas pangsa pasar penjualan kopi. Diantaranya dengan cara mendorong pelaku usaha kopi menciptakan merek sendiri. “Diperlukan pendampingan dan fasilitasi akses permodalan, semisal pelatihan manajemen usaha, dan pelatihan pembukuan usaha,” tutupnya.(999)