Petani Butuh JUT

BERLUMPUR : Kondisi salah satu Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan perkebunan Rimbo Donok Kecamatan Tebat Karai tergenang lumpur.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Jalan usaha tani (JUT) yang bagus sangat diharapkan para petani. Sebab akses jalan merupakan penting bagi petani dalam mengelola perkebunan.

Karena jika jalan menuju lahan perkebunan bagus, maka biaya operasional pertanian seperti jasa angkutan barang akan semakin kecil hingga mengurangi biaya pengeluaran saat mengangkut barang.

Terutama petani kopi di kawasan perkebunan kopi Rimbo Donok Desa Tabah Air Pauh Kecamatan Tebat Karai.”Ada beberapa tebing yang medannya cukup berat, kalau dibangun atau disemen tentunya jalannya lebih mudah,” ungkap Yanto (52), petani yang juga tukang ojek kopi kering.

Menurut Yanto, JUT di kawasan perkebunan mereka sudah dibuka hingga kendaraan roda empat bisa masuk hingga ke depan pondok kebun. Tetapi sayangnya kendaraan yang masuk hanyalah mobil truk pengangkut batu bukan kendaraan angkutan kopi.

“Ya, kendaraan dum truk yang masuk karena memang jalannya dibuka oleh penambang batu. Jalan lebar namun kalau mobil kecil biasanya susah masuk karena di dalam jalan berlumpur, hanya kendaraan truk yang lancar masuknya,” sebutnya.

Pudin (55), petani lainnya mengatakan, akses jalan juga belum masuk hingga ke kebunnya, sehingga untuk mengangkut kopi masih harus menggunakan jasa ojek.”Kalau ke kebun kami belum sampai, jalan baru setengah. Setahu kami jalan dibuka karena adanya tambang batu. Jadi bukan dibangun pemerintah, ada warga gotong royong kemudian para penambang batu yang bukannya,” tutur Pudin.

Jika jalan dapat dibut lebih mulus, apalagi diaspal akan sangat membantu masyarakat. Karena biaya operasional pengangkutan kopi hasil panen akan bisa lebih kecil.

“Kalau mobil sudah bisa masuk ke area pondok, tentu kami tidak harus menggunakan ojek angkut kopi ke pinggir jalan,” ucapnya. (320)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*