Pesta Miras, 2 Tewas 4 Teler

Botol miras ditemukan di alun-alun Kota Arga Makmur, padahal lokasi ini sering didatangi oleh anak-anak dan orang tuaBUNGA MAS, BE – Warga Desa Talang Indah, Bunga Mas, Bengkulu Selatan, Rabu (25/11) malam sekitar pukul 22.00 WIB geger. Pasalnya, disaat warga setempat menggelar acara jamuan pernikahan salah satu warga setempat, tiba-tiba warga dikejutkan dengan prilaku 6 warga yang tiba-tiba terkapar di belakang panggung.

Melihat kondisi sebagian korban mengkhawatirkan, warga menolong pria tersebut. Dua korban dibawa ke rumah sakit karena kondisinya mengkhawatirkan, sedangkan 4 lagi hanya dirawat di rumah warga.

Sayangnya, dua pria yang dirawat ke rumah sakit tersebut akhirnya tewas. Kedua warga yang tewas tersebut yakni Jamrin (45) warga Desa Talang Indah dan Eja Nopiansyah (17), warga Desa Kuripan yang juga merupakan pelajar kelas 11 IPS 2 SMAN 6 BS.

Romi (38), warga setempat menuturkan, pada Rabu malam di Desa Talang Indah ada keramaian, sebab salah satu warga akan menikahkan anaknya.

Pada malam itu, dia bersama warga lain sedang main kartu remi. Namun tiba-tiba sekitar pukul 22.00 WIB, mereka dikejutkan suara gaduh di belakang panggung. Saat dicek ternyata ada beberapa pria yang tergeletak di tanah dan sebagian muntah-muntah.

Mereka diperkirakan mabuk minuman keras berupa tuak dicampur dengan minuman lain. Namun Romi tidak tahu apa campuran minuman tersebut.

Sebab, saat tiba di lokasi, minuman yang diminum bersama-sama ke-6 pria tersebut yakni Eja Nopiansyah, Jamrin, Zero (17), Yanto (35), Megi (18) dan Julian (18) itu, sudah tidak ada lagi, dan diperkirakan tumpah saat warga berusaha menolong para korban.

“Untuk Zero dan Yanto, Megi serta Julian sepertinya minum sedikit, sebab usai minum langsung muntah, sedangkan Eja dan Jamrin, sepertinya agak banyak minum, sebab saat mau dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah lemas,” ujar Romi disela-sela pelayat yang memadati rumah korban kemarin (26/11).

Dikatakan Romi, setelah mengetahui ada warga yang mabuk usai minum-minuman keras, dia dan warga lainnya langsung menghentikan permainan, lalu berusaha menolong para korban.
Kemudian korban dibawa ke rumah sakit. Hanya saja dua korban nyawanya tidak bisa ditolong, sedangkan 4 lainnya selamat.

“Untuk 4 lainnya, sedang dirawat keluarganya, sedangkan dua lagi siang ini (kemarin red) dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat,” ujar Romi.

Adapun Kepala SMAN 6 BS, Tarman Hayadi MPd dan juga beberapa siswa SMAN 6 BS yang datang ke rumah Eja kemarin, membenarkan bahwa salah satu korban tewas akibat minuman keras adalah siswanya.

Tarman mengaku terkejut mengetahui korban meninggal karena miras. Sebab saat di sekolah, Eja tidak banyak ulah bahkan terkesan pendiam. Korban juga rajin mengikuti kegiatan ekstra kurikuler futsal.

Bahkan selama di sekolah korban siswa yang rajin dan tidak pernah dihukum. “Di sekolah dia (Eja red) anak rajin, dan belum pernah kami mendengar dia dihukum. Kami sangat kehilangan dia, dan tidak menyangka Eja meninggal karena mabuk miras,” ujar Tarman didampingi sejumlah siswa SMAN 6 BS yang melayat ke rumah korban kemarin.

Sementara itu Kapolres BS, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK melalui Kapolsek Manna, Ipda Agus Saputra SH mengakui adanya warga Kecamatan Bunga Mas yang tewas akibat pesta miras.

Namun sayangnya, saat pihaknya mengecek di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ada barang bukti sisa miras yang diminum korban dan rekan-rekannya, sehinga belum diketahui pasti jenis miras dan campurannya, yang diminum para korban.

“Memang ada yang menyatakan korban meninggal karena minum tuak oplosan, namun pencampur tuak tidak tahu, sebab kami tidak menemukan sisa miras yang diminum para korban. Bahkan saat kami cek di rumah sakit, korban lainnya sudah tidak ada lagi di rumah sakit,” terang Agus.(369)