Peserta Tes CPNS Bisa Gunakan Nilai Tahun Lalu

Foto : Ist

JAKARTA, Bengkulu Ekspress – Pada seleksi CPNS 2019 ini, Badan Kepegawaian Negara membuka formasi baru yakni kategori P1/TL. Kategori P1/TL berlaku bagi peserta CPNS di tahun 2018 yang sudah melakukan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan memenuhi passing grade, namun tidak lolos pada tahap selanjutnya. Jika ingin kembali mendaftarkan diri sebagai CPNS di tahun ini, peserta diberikan pilihan untuk tidak melakukan tes SKD kembali, dan memakai nilai tes SKD sebelumnya.

“Mereka (peserta) bisa ambil scoring mereka di tahun 2018, dikasih pilihan apa ikut SKD tahun ini atau tahun lalu,” kata Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian, Suhaerman, kemarin.

Hal ini dapat dilakukan dengan syarat nilai SKD peserta di tahun lalu memenuhi passing grade atau nilai kelulusan di tahun 2019. “Passing grade-nya akan dibahas siang ini oleh Panselnas. Dan diharapkan nanti sore sudah ditandatangani oleh pak menteri. Sekaligus jadi dasar karena mereka harus mengklarifikasi nilai mereka kemarin sudah lolos passing grade atau harus ikut tes lagi,” tutur Suhaerman. Setelah pendaftaran CPNS 2019 resmi dibuka, dan ketentuan passing grade sudah ditandatangani, peserta CPNS tahun lalu dapat mengakses nilai SKD sebelumnya melalui situs resmi sscn.bkn.go.id.

Untuk melihat nilai sebelumnya, peserta tinggal memasukkan nomor pendaftaran pada 2018 saat mengisi data pendaftaran di tahun ini. Juga perlu diperhatikan agar Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang disertakan peserta di tahun lalu harus sama dengan tahun ini. Kendati bisa menggunakan nilai SKD sebelumnya, Suhaerman menyarankan agar peserta baiknya tetap menjalani tes SKD di tahun ini. Hal ini karena dalam seleksi CPNS, kelulusan peserta ditentukan berdasarkan sistem urutan nilai.

Jadi nilai SKD dan SKB peserta akan dijumlahkan dan diurutkan dari yang terbesar dan terkecil. Nantinya kelulusan peserta di setiap formasi akan diambil dari nilai terbesar. “Kalau saya menyarankan ikut lagi. Kenapa? Karena yang diambil score tertinggi. Misalnya nilai 2019 lebih rendah, yang diambil score 2018. Tapi kalau yang lebih tinggi 2019, yang diambil 2019,” ujarnya menjelaskan.

Belum Bisa Mendaftar

Pada hari pertama pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kemarin, portal SSCASN yang merupakan situs pendaftaran online seleksi CNPNS belum bisa dibuka. Dampaknya, pendaftaran CPNS belum bisa dilakukan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bengkulu Tengah, Apileslipi SKom MSi membenarkan informasi tersebut. Dijelaskan Lipi, pendaftaran belum bisa dibuka dikarenakan proses migrasi data peserta yang seleksi kompetensi dasar (SDK) atau P1 pada seleksi CPNS tahun 2018 lalu.

“Mudah-mudahan portal SSCASN segera dibuka. Dari informasi yang diperoleh dari BKN, migrasi data P1 belum selesai. Diperkirakan, pendaftaran secara online bisa dilakukan pada pukul 23.00 WIB, Senin (11/11) malam,” kata Apileslipi.

Disampaikan Lipi, penginputan data P1 hasil seleksi CPNS tahun 2018 lalu memang membutuhkan waktu cukup lama. Sesuai dengan kebijakan, peserta yang dinyatakan lulus SKD pada seleksi CPNS sebelumnya menjadi skala prioritas. Mereka diberikan hak untuk tidak mengikui SKD pada seleksi CPNS tahun 2019. “Bagi yang dinyatakan lulus SKD seleksi CPNS 2018, mereka bisa langsung mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) pada seleksi CPNS tahun 2018. Meski begitu, jika ingin kembali mengikuti SKD untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi, masih diperbolehkan,” papar Lipi.

Sesuai dengan jadwal, kata Lipi, pendaftaran online serta penyampaian berkas fisik CPNS dibuka pada tanggal 11-25 November 2019. Setelah itu, kelengkapan berkas akan diperiksa oleh panitia seleksi di kantor BKPSDM Benteng. “Untuk jadwal pengumuman seleksi administrasi, seleksi SKD dan SKB masih belum ditentukan. Masih menunggu petunjuk BKN,” kata Apileslipi. Secara keseluruhan, Pemda Benteng mendapatkan sebanyak 132 formasi CPNS. Terdiri dari tenaga guru 67 formasi, tenaga kesehatan 33, tenaga teknis 30 dan formasi khusus disabilitas sebanyak 2 formasi. “Dari keseluruhan formasi yang diterima, formasi paling banyak adalah S-1 pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) dengan jumlah 22 orang,” demikian Apileslipi.

Petunjuk Bagi Pelamar

Pendaftaran CPNS 2019 dimulai pukul 23.11 WIB malam tadi (11/11) di portal SSCASN BKN. Ada dua jenis formasi yang dibuka yakni formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus meliputi cumlaude, diaspora, dan disabilitas pada instansi pusat dan daerah, dan formasi putra-putri Papua, serta formasi laiinnya yang bersifat strategis pada instansi pusat. Kasubag Hubungan Media dan Antar Lembaga Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Diah Eka Palupi mengatakan, saat pendaftaran daring telah dibuka, para calon pelamar diharapkan terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang akan tertuang dalam portal SSCASN.

Jika ditemukan kesulitan, pelamar dapat mempelajari informasi yang tertuang pada kanal Frequently Asked Question (FAQ) yang menyediakan jawaban atas persoalan yang umumnya menjadi kendala pelamar.

“Kalau FAQ tidak dapat memberikan jawaban atas persoalan pendaftaran, BKN menyediakan kanal helpdesk daring dalam portal yang dapat dijadikan sebagai media pengaduan,” kata Diah, Senin (11/11).

Sebagai alternatif terakhir, BKN juga membuka layanan helpdesk luring (offline) di Kantor Pusat BKN, Jalan Mayjen Sutoyo No 12 Jakarta Timur dan Kantor Regional BKN yang akan memberikan solusi jika kendala pelamar tidak terselesaikan melalui penjelasan FAQ dan helpdesk daring. Pendaftaran dan informasi tentang formasi CPNS 2019 bisa diakses di situs sscsn.bkn.go.id. Pendaftaran di situs tersebut dibuka hingga 24 November 2019.

Situs sscsn.bkn.go.id sendiri sudah dibuka sejak 00.00 WIB, Senin (11/11). Namun, situs baru bisa digunakan pengunjung untuk mengakses informasi terkait formasi masing-masing instansi yang masih terus diperbarui setiap satu jam sekali. “Ada paling tidak 5 modul aplikasi. Salah satunya, pencarian informasi sudah kami buka jam 07.00 WIB pagi. Khususnya pengunjung sudah bisa melihat formasi-formasi apa saja yang dibuka masing-masing instansi,” tutur Suhaerman.

Dalam laman layanan informasi di sebelah kanan atas situs, dapat diakses informasi terkait nama instansi, jabatan, lokasi, pendidikan, jenis informasi dan jumlah formasi. Pengunjung juga bisa mengunduh Buku Petunjuk Pendaftaran CPNS 2019 dalam situs tersebut. Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung situs tersebut yang berimbas pada performa laman melayani proses pendaftaran CPNS 2019, Suhaerman mengatakan pihaknya sudah membuka lima server tambahan sejak Senin pagi.

Suhaerman mengaku, setidaknya 3,7 juta peserta melakukan pendaftaran CPNS pada tahun lalu. Dan diperkirakan jumlah peserta yang mendaftar di tahun ini bisa naik 10 sampai 15 persen. “Tadi malam kita masih menggunakan satu server, tapi itu tiba-tiba hit-nya tinggi jam 7 pagi. Tadi pagi kita buka lima server tambahan,” ujarnya. Kapasitas penyimpanan pada situs ketika proses pendaftaran sudah dibuka juga akan dimaksimalkan dengan meninjau jumlah pendaftar. Sementara ini BKN sudah mengalokasikan penyimpanan sebesar 5 tera.

Pengawasan terhadap akses situs juga dilakukan bukan hanya dari pihak BKN, tapi bersamaan dengan provider yang bekerja sama dalam mengelola situs SSCASN yakni Telkom. “Telkom dan BKN standby untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Kalau dilihat dari traffic kelihatan antusiasme masyarakat luar biasa besar,” pungkas Suhaerman. (135/jp/gil)