Peserta Suluk Alami Sakit di Kaki

cek kesehatan ke duaMANNA, BE – Demi mencegah adanya anggota jamaah suluk meninggal dunia seperti yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong, petugas kesehatan Bengkulu Selatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan 30 peserta suluk jamaah Tarekad Naqsabandiyah di Desa Bengkenang Kecamatan Manna.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua kemarin, atau setelah 4 malam melaksanakan suluk, sejumlah jamaah mengalami sakit di kaki.
Kepala Puskesmas Kayu Kunyit Manna, Tun Haidi SKM didampingi dokter Puskesmas Kayu Kunyit, dr Melianita Sari mengatakan, para jamaah yang sebelumnya mengidap penyakit asma, maag dan darah tinggi kemarin kondisinya sudah berangsur pulih. Hanya saja dari keterangan para jamaah, mereka saat ini mengalami sakit pada dengkul dan kaki akibat terlalu lama berdzikir.
“Untuk pemeriksaan kedua sudah ada perubahan, jamaah yang sakit kondisinya membaik. Namun keluhan mereka sekarang ini sakit di dengkulu dan kaki karena terlalu lama berdzikir. Tetapi mudah-mudahan hingga akhir kegiatan tidak ada yang sakit lagi,” ujar Tun.
Ia menambahkan, rencananya Kamis (25/7) mereka akan mengecek kembali kondisi para jamaah tersebut untuk memantau kesehatan mereka.
Sementara itu pimpinan Tarekad Naqsabandiyah, Buya M Zaman R mengatakan, saat ini kondisi fisik ke-30 peserta suluk dalam keadaan baik. Pihaknyapun mengikuti anjuran pihak Puskesmas untuk memberikan  asupan gizi terutama untuk memberikan cairan yang cukup dengan memberikan minuman yang lebih banyak dari sebelumnya. Terkait sakit dengkul dan kaki yang dikeluhkan peserta suluk dirinyapun memakluminya.
Pasalnya  setiap waktu jamaah hanya berada di dalam kelambu ukuran 1 meter x 1,5 meter dengan posisi kaki ditekuk ke belekang. “Ya itu memang wajar karena mereka setiap waktu selalu zikir, peserta suluk hanya diizinkan keluar saat ada hajat, misalnya mau mandi, ke WC ataupun ada keperluan lain, ” terangnya. (369).