Peserta BPJS Mandiri Banyak Menunggak

bpjs
bpjs

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Rizki Lestari SAp AAAK, didampingi Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Mitra Akbar SE AAAK mengungkapkan, hingga Desember 2017, jumlah peserta BPJSKes mandiri atau pekerja bukan penerima upah mencapai 191.701 jiwa. Namun, dari jumlah tersebut tingkat kolektibilitasnya mencapai 50 persen, dan sebagian besar yang menunggak adalah PBPU kelas III.

Dari data tersebut terlihat bahwa peserta yang mendaftar adalah masyarakat yang memang ability to pay yang rendah, tetapi terdesak mendaftar dikarenakan memerlukan pelayanan kesehatan. “Hal ini terlihat dari peningkatan biaya pelayanan kesehatan JKN dan peningkatan angka kunjungan di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJSK, dan menunggak setelah mendapatkan pelayanan,” jelas Rizki.

Hingga saat ini, lanjutnya, jumlah peserta yang terdaftar JKN di BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu mencapai 849.191 jiwa. Ratusan ribu masyarakat yang terdaftar JKN KIS itu mulai dari Bengkulu Tengah sebanyak 65.064 jiwa, Kaur 83.418 jiwa, Mukomuko 114.185 jiwa, Seluma 126.779 jiwa, Kota Bengkulu 326.383 jiwa, Bengkulu Selatan 133.362 jiwa.

Kemudian BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu telah bermitra dengan 194 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dengan rincian, 109 Puskesmas, 50 dokter praktik, 11 dokter praktik Gidgi, 13 Klinik Pratama, 8 Klinik Pratama Polri, dan 3 Klinik Pratama TNI. Serta 27 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 14 rumah sakit, 4 apotek, dan 8 optik.

“Bahkan saat ini kita memiliki aplikasi mobile JKN yang bisa didownload melalui android atau IOS, hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen BPJSKes dalam memberikan kemudahan akses dan pelayanan optimal bagi peserta.

Mobile JKN ini bertujuan agar peserta dapat melakukan perubahan data dan mengakses informasi tentang JKN-KIS secara mandiri tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. Sehingga panjangnya antrean layanan di kantor BPJS Kesehatan yang sekarang mencapai 400 kunjungan perhari dapat berkurang,” pungkas Rizki.(777)