Benjolan di Perut Membesar, Perlu Uluran Bantuan

korban sakit anehSuatu penyakit jika Allah menghendaki bisa menimpa siapa saja. Seperti inilah hal yang menimpa Safrudin (31), Warga Kelurahan Taba Penanjung RT 6 RW 6, Bengkulu Tengah (Benteng).

Suami dari Fitra Denitri (31) ini mengalami penyakit aneh dibagian perutnya. Sejak sekitar 3 bulan lalu muncul benjolan diperut ayah beranak 2 ini. Semakin hari benjolan itu semakin membesar. Kini benjolan itu sudah sebesar bola tenis.

Mirisnya, untuk pengobatan dan penyembuhan terhadap  penyakit itu, Pasutri Safrudin dan Fitra Denitri itu tidak memiliki biaya.

Maklum, pekerjaan sehari – harinya penderita hanya sebagai buruh harian lepas dan petani. Sedangkan, isterinya, hanya sebagai guru honor di SD Datar Lebar.  

Bagaimana Derita Safrudin Atas Penyakitnya?
Berikut Laporannya.

                                                                                                                                                              
Novriyanto – Taba Penanjung                                                                                                

 

Awalnya penyakit itu timbul tanpa ada penyebabnya. Entah mengapa saat bangun dari tidur sekitar 3 bulan lalu, tiba-tiba Safrudin (31) merasakan sakit yang luar biasa dibagian perutnya, seperti orang mengidap penyakit maag kronis. “Awalnya, saya merasakan sakit dibagian perut,” ujar Safrudin (31),pada BE kemarin.

Saat itu Safrudin menganggap itu sakit perut biasa. Ia pun mengabaikannya. Namun malang bagi Safrudin seiring berjalannya waktu, semakin hari benjolan diperutnya itu semakin membesar. Kondisi itu membuat Safrudin tidak bisa melakukan aktifitas sehari – harinya lagi.

Begitu mengetahui Safrudin sakit dan ada benjolan diperutnya, Pihak Keluarga lalu membawa Safrudin ke Puskesmas terdekat. Dengan tujuan mengobati penyakit aneh tersebut. Namun, atas saran dari Puskesmas dirinya dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu.

Safrudin pun mengikuti anjuran dari dokter Puskesmas itu. Ia lalu berobat ke RSUD M Yunus di Kota Bengkulu. Akan tetapi biaya berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari di rumah sakit tinggi. Korban pernah menebus obat yang mahal untuk kesembuhannya. Namun tak juga ada perubahan terhadap penyakit yang dideritanya itu.

“Saya pernah berobat di RSUD M Yunus Bengkulu, namun karena tidak ada biaya, akhirnya saya memutuskan untuk pulang kerumah saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Fitra Denitri, istri Safrudin saat diwawancarai BE,sangat mengharapkan adanya uluran bantuan baik itu dari darmawan maupun Pemkab Benteng. Untuk pengobatan penyakit aneh sang suami tersebut. Karena, saat ini keluarga sudah hampir putus asa menghadapi penyakit yang diderita Safrudin itu. Mereka tidak dana untuk membiayai pengobatan penyakit Safrudin itu.

Jangankan untuk  biaya berobat suaminya itu, untuk makan saja keluarga ini sudah sangat susah. “Harapan, kami ada darmawan atau Pemkab Benteng membantu kesembuhan penyakit suami saya ini. karena, kami ini jangankan untuk biaya berobat, makan saja sulit,” harapnya. (**)