Perusakan Bunga Rafflesia Makin Marak

APRI/Bengkulu Ekspress Tampak bonggol Bunga Rafflesia yang diduga sengaja dirusak oleh orang tidak dikenal di Hutan Boven Lais Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya, kemarin (5/11)
APRI/Bengkulu Ekspress Tampak bonggol Bunga Rafflesia yang diduga sengaja dirusak oleh orang tidak dikenal di Hutan Boven Lais Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya, kemarin (5/11)

 

2 Bunga dan 8 Bonggol Dicincang

ARMA JAYA, Bengkulu Ekspress – Minimnya pengawasan terhadap puspa langka Bunga Rafflesia Gadutensis di Hutan Lindung Boven Lais Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya, BU membuat aksi perusakan kembali terjadi. Kurang dari 2 minggu belakangan ini, sudah ada 2 Bunga Rafflesia yang sedang mekar dirusak dan 8 bonggol dicabut secara sengaja oleh orang tidak bertanggung jawab.

‘’Ada 2 Bunga Rafflesia yang sedang mekar dicincang menggunakan parang oleh orang tidak dikenal. Kemudian ada 8 bonggol yang merupakan cikal bakal bunga dipatahkan,’’ ujar Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Utara, Deki ditemui Bengkulu Ekspress, kemarin (5/11).

Ia menceritakan, 5 bonggol Rafflesia yang dirusak itu terjadi di lokasi objek wisata Palak Siring Kemumu, sekitar tanggal 26-27 Oktober 2017 lalu. Sedangkan, perusakan 3 bonggol Rafflesia juga masih di sekitaran Palak Siring, namun lokasi yang berbeda pada hari Sabtu (4/11).
Selanjutnya, perusakan terhadap 2 Bunga Rafflesia yang sedang mekar juga terjadi di Palak Siring, di dekat bendungan.

‘’Kita terbatas anggota untuk menjaga satu-satu Bunga Rafflesia ini. Sehingga kita harap pemerintah ada perhatian yang lebih untuk melindungi bunga ini,’’ ungkapnya.

Ia memastikan, jika perusakan itu murni dilakukan oleh oknum yang tidak senang terhadap berkembangnya bunga Rafflesia di Hutan Lindung Boven Lais. Buktinya, perusakan dilakukan dengan menggunakan senjata tajam secara membabi buta.

‘’Ini memang dirusak manusia. Karena pagar pembatas yang kita bikin dari bambu ada bekas dipotong menggunakan parang. Bahkan bunga Rafflesia dicincang dan bonggol dipotong hingga terputus,’’ terangnya.

Terkait aksi pengerusakan ini, ia mengaku sudah melaporkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu. Bahkan pihak BKSDA telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung perusakan tersebut.

‘’Kita sudah lapor kepada BKSDA. Mengenai tindaklanjutnya, kita serahkan kepada pihak BKSDA,’’ tuturnya.

Ia juga mengharapkan seluruh masyarakat termasuk para pengunjung yang datang ke objek wisata Palak Siring Kemumu untuk dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan perkembangbiakan Bunga Rafflesia di Hutan Lindung Boven Lais ini. Sehingga tidak lagi terjadi perusakan dalam bentuk apapun.

‘’Baik pengunjung maupun masyarakat kita harapkan lebih peduli, tidak merusak apalagi dengan sengaja. Karena ini Puspa Langka yang harus kita jaga dan lindungi bersama,’’ pungkasnya.(816)