Perusahaan Harus Terapkan UMK Baru

Foto : Ist

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Sejumlah perusahaan di Kabupaten Kaur selama tahun 2019 lalu ditenggarai tidak maksimal dan mengabaikan penerapan Upah Minimun Kabupaten (UMK) bagi pekerja/buruh perusahaan. Tahun 2020, UMK Kaur yang telah ditetapkan gubernur sebesar Rp. 2.040.000. Penerapan UMK agar dapat diperhatikan secara serius oleh perusahaan guna meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Untuk perusahaan perlu diperhatikan serius masalah kesejahteraan tenaga kerjanya, dan gaji sesuai UMK,” kata Kepala Disnakertrans Kaur, Yuhardi ST melalui Kabid Tenaga Kerja, Alex Supekri MSi, kemarin (20/1).

Dikatakan Alex, peran pemerintah daerah akan terus dan berupaya meningkatkan fungsi pengawasan terhadap perusahaan. Selama tahun 2019 lalu kata Alex, masih banyak perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dibawah UMK. Namun demikian, lanjutnya, perusahaan yang tidak mampu memberi gaji sesuai UMK, harus berupaya untuk dapat mengimbangi standar gaji yang ada.”Jangan sampai kemudian memanfaatkan situasi tidak menaikkan gaji dengan mengajukan penundaan, karena ini hak karyawan,” terangnya.

Ditambahkannya, jika ada perusahaan yang membayar upah di bawah UMK maka akan diberi sanksi tegas sesuai aturan yang ada. Karena berdasarkan Permenakertrans RI nomor 7 tahun 2013 tentang Upah Minimum pada pasal 15 ayat 1 ditegaskan, Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang telah ditetapkan.

“UMK baru ini mulai berlaku sejak tahun 2019 lalu, perusahaan diwajibkan membayar upah sesuai UMK yang telah ditetapkan melalui SK Gubernur Bengkulu. Jika ada perusahaan yang membayar upah di bawah UMK, akan diberi sanksi,” tegasnya. (618)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*